Beberapa Peraturan di Bank yang Paling Sering Dilanggar Nasabah

Memiliki rekening tabungan di Bank sudah bukan merupakan hal yang wah atau hal yang hebat lagi untuk saat ini. Hal ini dikarenakan lebih dari separuh masyarakat dunia, khususnya Indonesia sudah memiliki rekening tabungan di Bank sebagai tempat penyimpanan uang yang aman dan terpercaya. Akan tetapi, tidak semua masyarakat khususnya Indonesia yang mengetahui dan memahami beberapa peraturan yang terdapat di Bank, sehingga masih banyak nasabah Bank yang melanggar peraturan tersebut . Padahal, peraturan tersebut dikeluarkan untuk menjaga informasi data diri dan dana yang dimilki oleh nasabah sendiri.

Stop pelanggaran

Adapun beberapa pelanggaran peraturan Bank yang dilakuakn oleh pihak nasabah antara lain:

  1. Nasabah tidak mengisi formulir secara lengkap atau benar dikarenakan takut mendapatkan pengawasan ataupun pemeriksaan.
  2. Nasabah sering menitip kepada orang lain yang tidak memiliki kuasa untuk mencetak buku tabungan yang di miliki ketika melakukan penyetoran. Dan permasalahannya, dibeberapa bank terkadang ikut mencetak buku tersebut dengan alasan telah mengenal dan mempercayai orang yang mencetak buku nasabah. Lalu bagaimana dengan nasabah prioritas atau utama? Untuk nasabah golongan ini ada beberapa peraturan yang berbeda dan khusus yang diberikan oleh pihak bank, itu juga dengan perjanjian ataupun sudah dialkukan persetujuan di awal pembukaan rekening.
  3. Nasabah sering menitipkan kartu ATM dan memberikan PIN nya kepada orang lain untuk mengambil sejumlah uang dikarenakan nasabah tidak mengerti menggunakan ATM ataupun tidak dapat pergi ke ATM untuk melakukan transaksi.
  4. Nasabah menitipkan sejumlah dana yang akan disetorkan ke salah satu pegawai Bank yang sudah dikenal untuk di setorkan ke pigak Teller dikarenakan nasabah terburu-buru ada urusan lainnya.
  5. Nasabah memberitahukan no rekening dan beberapa data utama kepada pihak-pihak tertentu.
  6. Ketika menyetor uang, nasabah sering menjepit sejumlah uang dengan menggunakan hekter dengan tujuan agar uang tidak berserakan. Padahal, hal tersebut dilarang dikarenakan dapat merusak secara fisik uang yang ada.

Itulah beberapa pelanggaran oleh pihak nasabah yang dilakukan atas peraturan yang berlaku. Beberapa alasan seorang nasabah melakukan pelanggaran tersebut antara lain nasabah terburu-buru masih ada urusan lainnya, nasabah sudah terbiasa dimanjakan oleh pihak bank dikarenakan kondisi bank yang sepi dan mungkin sesikit pengawasan, nasabah sudah sangat percaya kepada pihak yang dititipkan, atau nasabah tdiak memiliki kemampuan untuk datang ke ATM untuk mengambil uang dikarenakan sakita tau jarak yang cukup jauh.

Pada dasarnya alasan apapun tidak dibenarkan untuk melanggar peraturan yang ada, akan tetapi semua itu balik lagi kepada nasabah bersangkutan. Akan tetapi apabila terjadi sesuatu yang berkaitan dengan dana di rekening nasabah dikarenakan adanya penyelewengan yang dilakukan oleh pihak yang dipercaya, maka pihak Bank tidak dapat bertanggung jawab. Hal ini dikarenakn kejadian tersebut merupakan kelalaian nasabah itu sendiri.

Seperti itu lah beberapa hal yang dapat saya sharing tau bagi kepada pembaca. Semoga kedepannya kita dapat menjadi nasabah yang lebih cerdas, menaati peraturan dan lebih berhati-hati dalam memberitahukan data-data yang kita miliki kepada pihak lain. Sehingga kita dapat lenih merasa nyaman dalam bertransaksi menggunakan jasa perbankan yang dimiliki.

Add a Comment

histats