Koperasi Syariah Indonesia

Pernahkah mendengar istilah Koperasi Syariah Indoensia? Mungkin, koperasi syariah masih terdengar asinng ditelinga masyaraat Indonesia. Hal ini  karena Koperasi Syariah Indonesia tidak sebuming koperasi konvensional yang sudah sejak awal berkembang di Indonesia.

Pengertian

Koperasi konvensional dan Koperasi Syariah telah diatur dalam Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 91/Kep/IV/KUKM/IX/2004. Pada keputusan tesebut dijelaskan pengertian dari Koperasi dan Koperasi Syariah yang dikenal dengan Koperasi Jasa Keuangan Syaraiah (KJKS). Adapun pengertian dari Koperasi dan KJKS yaitu:

  1. Koperasi adalah badan usaha yang beraggotakan orang-orang atau badan hokum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.
  2. Koperasi Jasa Keuangan Syariah adalah Koperasi yang kegiatan usahanya bergerak di bidang pembiayaan, investasi, dan simpanan yang sesuai pola bagi hasil (syariah).

Nilai-Nilai Koperasi Syariah

Dalam menjalankan Koperasi Syariah, ada nilai-nilai yang harus diikuti. Nilai-nilai tersebut diadobsi dari 7 nilai syariah dalam bisnis. Berikut beberap nilai-nilai Koperasi Syariah

  1. Shiddiq yang mencerminkan kejujuran, akurasi dan akuntabilitas.
  2. Istiqamah yang mencerminkan konsistensi, komitmen dan loyalitas.
  3. Tabligh yang mencerminkan transparansi, kontrol, edukatif, dan komunikatif.
  4. Amanah yang mencerminkan kepercayaan, integritas, reputasi, dan kredibelitas.
  5. Fathanah yang mencerminkan etos profesional, kompeten, kreatif, inovatif.
  6. Ri’ayah yang mencerminkan semangat solidaritas, empati, kepedulian,
  7. Mas’uliyah yang mencerminkan responsibilitas.

Manajemen Koperasi Syariah (KJKS)

Seperti halnya Jasa Keuangan lainnya ataupun Koperasi pada umumnya, KJKS juga memiliki susunan Manajemen yang mengawasi dan mengatur jalannya lembaga ini. Adapun manajemen KOperasi KJKS ini terdiri dari:

  1. Dewan Pengawas Syariah. Di dalam Koperasi KKS juga memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS), yang anggotanya teridiri dari alim ulama yang ahil persoalan dalam syariah. DPS ini berfungsi sebagai pengawas syariah pada koperasi dan berwenang untuk memberikan tanggapan dan penafsiran atas fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional.
  2. Pengurus eksekutif, Pengurus ini berfungsi utuk mengakat pengelola usaha
  3. Direktur
  4. Manajer
  5. Kepala Unit
  6. Pengelola usaha Koperasi. Pengelola ini terdiri dari tenaga professional dan berpengalaman yang diangkat oleh pengurus eksekutif dan telah disetujui oleh anggota dalam rapat anggota.

Fungsi dan Peran Koperasi Syariah

Seperti halnya koperasi dan lembaga keuangan lainnya, koperasi KJKS memiliki fungsi dan peran. Adapun Fungsi dan Peran Koperasi KJKS antara lain:

  1. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan anggota pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya, guna meningkatkan kesejahteraan sosial ekonominya.
  2. Memperkuat kualitas sumber daya insani anggota, agar menjadi lebih amanah, professional (fathonah), konsisten, dan konsekuen (istiqomah) di dalam menerapkan prinsip-prinsip ekonomi islam dan prinsip-prinsip syariah islam
  3. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
  4. Sebagai mediator antara menyandang dana dengan penggunan dana, sehingga tercapai optimalisasi pemanfaatan harta.
  5. Menguatkan kelompok-kelompok anggota, sehingga mampu bekerjasama melakukan kontrol terhadap koperasi secara efektif.
  6. Mengembangkan dan memperluas kesempatan kerja.
  7. Menumbuhkan-kembangkan usaha-usaha produktif anggota.

Itu tadi sedikit informasi mengenai Koperasi Syariah Indonesia. Semoga dengan adanya informasi ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan terkait lembaga keuangan syariah di Indonesia. Terimakasih telah berkunjung di syariahbank.com

Add a Comment

histats