Mengenal Ekonomi Syariah

Mengenal Ekonomi Syariah sudah pernah syariahbank.com bahas pada artikel di awal syariahbank.com terbit. Namun untuk membuka kembali pemahaman atas ekonomi islam, syariahban.com akan kembali berbagi informasi terkait Ekonomi Syariah.

Perkembangan dan implikasi Ekonomi Syariah di Indonesia saat ini sudah semakin berkembang dan meluas. Hal ini bisa kita lihat dari banyaknya lembaga keuangan yang menggunakan label “Syariah” di belakang nama lembaga keuangan mereka. Akan tetapi apakah penerapannya telah sesuai syariah Wallahu’alam

Di dalam Buku “50 tanya jawan Ekonomi dan Bisnis Syariah”disebutkan Ekonomi syariah merupakan cabang ilmu pengetahuan yang membantu mewujudkan kesejahteraan manusia melalui alokasi dan distribusi  sumber daya yang langka secara maqashid, tanpa mengekang kebebasan individu yang secara berlebihan, menimbulkan ketidakseimbangan makroekonomi dan ekplogi atau melemahkan keluarga dan solidaritas sosial dan jalinan moral dari masyarakat.

Intinya, Ekonomi Syariah merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari beragam masalah ekonomi dalam masyarakat yang dinilai dalam nilai-nilai islam sesuai dengan Alquran, Hadist, ijma’, dan Qiyas.

Ada enam prinsip dalan ekonomi syariah yang harus kita pahami, antara lain:

  • Berbagai jenis sumber daya yang ada dipandang sebagai pemberian dan titipan dari Alloh SWT kepada manusia.
  • Islam mengakui kemepemilikan pribadi dalam batas-batas tertentu.
  • Kekuatan penggera utama ekonomi islam adlah kerjasama.
  • Ekonomi Islam menolakterjadinya akumulasi kekayaan yang dikuasi oleh segelintir orang saja.
  • Ekonomi islam menjamin pemilikan masyarakat dan penggunaannya direncakanakan untuk kepentingan orang banyak.
  • Seorang muslim haruslah takut kepada Alloh SWT dan hari penentuan di akhirat nanti.

Sedangkan prinsip-prinsip yang wajib dimiliki dan dijadikan panduan dalam melakukan bisnis dengan landasan syariah islam, antara lain:

  • Larangan RIBA dan BUNGA. Seperti yang sering kita dengan Bunga Bank merupakan bentuk lain dari Riba yang dilarang oleh Rasulullah SAW.
  • Menyuburkan Praktik Jual Beli. Suburkanlah prati Jual Beli atau Perniagaan untuk lebih menutup pratik Riba. Akan tetapi perlu diketahui tidak semua praktik Jual Beli diperboehkan di dalam islam. Hal ini dkarenakan adanya ketidak jelasan syarat dan rukun dalam proses jual beli ini dilakukan.
  • Terhindar dari Gharar dan Maysir. Gharar merupakan ketidakjelasan dalam transaksi atau adanya hal-hal yang disembunyikan. Sedangkan Maysir merupakan “untung-untungan” seperti halnya perjudian.
  • Menggalakan Praktik Zakat dan Shadaqah. Agar terhindar dari penimbunan kekayaan dan perputaran harta hanya kepada sebagian orang yang dilarang oleh agama, maka zakat dan sadaqah merupakan cara untuk medistribusikan kakayaan dan keuntungan yang adil kepada masyarakat yang membutuhkan.

Adapun beberapa lembaga keuangan yang melakukan aktivitas ekonomi syarah untuk saat ini antarala lain: Perbankan Syariah, Asuransi Syariah, Pasar Modal Syariah, Koperasi Syariah, Baitul Mal wat Tamwil, dan beberapa jenis lembaga keuangan lainnya.

 

Itu tadi sekilas informasi terkait Mengenal Ekonomi Syariah. Semoga dengan adanya informasi ini dapat membuka kembali ingatan kita mengenai ekonomi syariah.

Add a Comment

histats