Mengenal Obligasi Syariah SUKUK

Pernahkah mendengar istilah SUKUK? Atau pernahkah anda mencoba atau telah memilh SUKUK sebagai salah satu alternative investasi saat ini. Bagi yang telah memiliki investasi SUKUK pasti sudah merasakan manfaat lebih dibandingakn investasi jens lain. Oleh karena itu  untuk lebih memahami, ada artikel ini syariahbank.com akan sedikit berbagi informasi terkait Mengenal Obligasi Syariah SUKUK.

sukuk

SUKUK merupakan Obligasi Syariah dimana berasal dari bahasa Arab “SAK” atau sertifikat.  The Accounting and Auditing Organisation for Islamic Financial Institutions (AAOIFI) memberikan definisi untuk SUKUK yaitu sertifikat bernilai sama yang merupakan bukti kepemilikan yang tidak dibagikan atas suatu asset, hak manfaat, dan jasa-jasa atau kepemilikan atas proyek atau kegiatan investasi tertentu.

Definisi lain dari sukuk yaitu surat berharga jangka panjang yang bervasis prnsp syariah Islam yang dikeluarkan oleh perusahaan atau institusi dengan maksud memperoleh pembiayaan uang dari investor obligasi. Berbeda dengan obligasi, SUKUK tidak mengenal bunga. SUKUK menetapkan sistem imbalan ang diberikan dalam bentuk pembagian hasil, margin pendapatan, ataupun sewa.

Ada Enam karakteristk yang membedakan SUKUK dengan obligasil konvensional (Buletin Salam Fossei edisi Novemer 2011), berikut diantaranya:

  1. Merupakan bukti kepemilikan suatu aset berwujud atau hak manfaat (beneficial title).
  2. Pendapatan berupa imbalan (kupon), margin, dan bagi hasil, sesuai dengan aqad yang digunakan.
  3. Insyaa Alloh terbebas dari unsur riba, gharar, dan maysir.
  4. Penerbitannya melalui Special Purpose Vehicle.
  5. Memerlukan Underlying Asset.
  6. Penggunaan Proceeds harus sesuai dengan prinsip syariah.

Adapun Akad-Akad yang digunakan dalam sistem SUKUK antara lain:

  1. Ijarah

Akad dimana oihak yang memiliki barang atau jasa (pemberi jasa atau sewa) berjanji kepada penyewa atau pengguna jasa untuk menyerahkan hak penggunaan atau pemanfaatan atas suatu barang dalam waktu tertentu dengan pembayaran sewa atau upah , tanpa diikuti dengan peralihan hak atas pemilikan barang yang menjadi objek ijarah.

      2. Kafalah

Akad kafalah digunakan dalam perjanjian dimana pihak penjamin berjanji memberikan jaminan kepada pihak yang dijamin untuk memenuhi kewajiban Pihak yang dijamin kepada pihak lain.

      3. Mudharabah

Akad ini digunakan untuk perjanjian dimana pihak yang menyediakan dana berjanji akan menyerahkan modal kepada pengelola dana, serta pengelola dana berjanji untuk mengelola modal tersebut.

      4. Wakalah

Akad ini digunakan dalam perjanjian dimana Muwakkil memberikan kuasa kepada Wakil (penerima kuasa) untuk melakukan tindakan atau perbuatan tertentu atas dana yang dipinjamkan.

investasi syariah

Sebagai salah satu alternatif investasi, ada beberapa hal yang menajdikan SUKUK menjadi lebih menarik untuk dimiliki, yaitu:

  1. Imbalan bagi hasil yang diterima jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bagi hasil deposito.
  2. SUKUK dijamin langsung oleh pemerintah, sehngga resiko yang ada (resiko gagal bayar) relatif lebih kecil.
  3. Pajak atas imbalan bagi hasil yang ditetapkan lebih rendah yaitu 15 % dibandingkan dengan pajak bagi hasil deposito. Yaitu 20%.

TIPS:

Agar mendapatkan hasil investasi maksimal, SUKUK yang telah dimiliki lebih baik dipegang hingga wajtu jatuh tempo tiba. Hal ini dikarenakan jika dilepas sebeum jatuh tempo, keuntungan yang diperoleh belum seberapa dan akan dih=kenakan beberapa biaya.

Bagaimana? Anda tertarik dengan investasi SUKUK. Jika berminat atau ingin mengetauhi inforrmasi lebih lanjut anda dapat mendatangi agen-agen penjual SUKUK yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Limit penjualan dan penawaran SUKUK sanngat terbatas.

Terimakasih telah membaca dan berkunjung ke syariahbank.com. Semoga dengan adanya informasi ini dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai dunia perbankan terutama perbankan syariah.

Add a Comment

histats