Pengertian Wakaf dan Macam-macam Wakaf Beserta Contoh

Wakaf, satu kata yang sudah tidak asing didengar di telinga masyarakat muslim dunia dan indonesia. Istilah ini lebih sering digunakan pada saat pebangunan rumah ibadah, tempat pemakaman, kompleks pendidikan ataupun tempat hunian. Walaupun sudah menjadi kata yang umum, tidak banyak orang yang memahami apa itu wakaf.

wakaf

Pengertian wakaf

Menurut Ibnu Manzhur (dikutip dari Republika.co.id), kata Wakaf berasal dari bahasa Arab yaitu Waqf yang berarti  menahan, berhenti, atau diam.  Untuk pengertian sendiri, beberapa ulama fikih memiliki perbedaan pendapat. (dikutip dari wakaf center)

  1. Hanafiyah mengartikan wakaf sebagai menahan materi benda (al-‘ain)milik Wakif dan menyedekahkan atau mewakafkan manfaatnya kepada siapapun yang diinginkan untuk tujuan kebajikan (Ibnu al-Humam: 6/203). Definisi wakaf tersebut menjelaskan bahawa kedudukan harta wakaf masih tetap tertahan atau terhenti di tangan Wakif itu sendiri. Dengan artian, Wakif masih menjadi pemilik harta yang diwakafkannya, manakala perwakafan hanya terjadi ke atas manfaat harta tersebut, bukan termasuk asset hartanya.
  2. Malikiyah berpendapat, wakaf adalah menjadikan manfaat suatu harta yang dimiliki (walaupun pemilikannya dengan cara sewa) untuk diberikan kepada orang yang berhak dengan satu akad (shighat)dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan keinginan Wakif (al-Dasuqi: 2/187). Definisi wakaf tersebut hanya menentukan pemberian wakaf kepada orang atau tempat yang berhak saja.
  3. Syafi‘iyah mengartikan wakaf dengan menahan harta yang bisa memberi manfaat serta kekal materi bendanya (al-‘ain)dengan cara memutuskan hak pengelolaan yang dimiliki oleh Wakif untuk diserahkan kepada Nazhir yang dibolehkan oleh syariah (al-Syarbini: 2/376). Golongan ini mensyaratkan harta yang diwakafkan harus harta yang kekal materi bendanya (al-‘ain) dengan artian harta yang tidak mudah rusak atau musnah serta dapat diambil manfaatnya secara berterusan (al-Syairazi: 1/575).
  4. Hanabilah mendefinisikan wakaf dengan bahasa yang sederhana, yaitu menahan asal harta (tanah) dan menyedekahkan manfaat yang dihasilkan(Ibnu Qudamah: 6/185)

Sedangkan menurut Undang-undang Nomor 41 tahun 2004, wakaf adalah perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah.

Rukun Wakaf

Agar dapat dilaksanakan, ada beberapa Rukun wakaf yang harus diketahui. Ada empat rukun wakaf, diantaranya:

  1. Oranng yang akan melakukan wakaf (al-waqif)
  2. Benda atau harta yang akan diwakafkan (al-mauquf)
  3. Orang yang akan menerima wakaf (al-mauquf’alaihi)
  4. Akad atau ikrar wakaf (sighah)

Syarat Wakaf

Setelah mengetahui rukun wakaf, berikut beberapa Persyaratan Wakaf:

  1. Harta yang akan diwakafkan memiliki nilai (ada harganya).
  2. Harta yang akan diwakafkan memiliki bentuk yang jelas.
  3. Harta yang akan diwakafkan merupakan hak milik dari wakif (orang yang akan wakaf), bukan merupakan pinjaman dari oranglain.
  4. Harta yang akan diwakafkan dapat diserahterimakan.
  5. Dan harta yang akan diwakafkan harus terpisah dari harta yang lainnya.

Jenis Harta Wakaf

Adapun beberapa jenis harta yang dapat diwakafkan telah tercantum dalam Undang-undagn no 41 tahun 2004 Pasal 16, yaitu:

  • Benda atau harta lainnya yang tidak bergerak sesuai dengan ketentuan syariah dan perundang-undangan yang berlaku.
  • Rumah hak milik
  • Tanaman ataupun benda lain yang berkaitan atau terletak di atas tanah
  • Bagunan hak milik yang berdiri diatas tanah sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya.
  • Tanah hak milik yang telah sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku baik yangn telah tercaftar maupun yang belum
  • Harta tidak bergerak, yang dimaksud harta tidak bergerak diantaranya:
  • Harta bergerak, yang termasuk kedalam dengan harta bergerak adlah harta yang tidak habiis dikonsumsi antara lain:
  • Uang
  • Logam mulia
  • Surat berharga
  • Kendaraan
  • Hak atas kekayaan intelektual
  • Hak sewa
  • Benda atau harta lainnya yang bergerak sesuai dengan ketentuan syariah dan perundang-undangan yang berlaku

Itu tadi sedikit informasi terkait wakaf, baik pengertian, rukun, syarat, dan jenis benda atau harta yang dapat diwakafkan. Semoga informasi yang diberikan dapat menambah pengetahuan terkait wakaf. Terimakasih telah berkunjung di syariahbank.com.

Add a Comment