Perbedaan Bunga dan Margin Keuntungan di Produk Peminjaman Bank

Jika anda pernah melakukan peminjaman pada bank syariah atau bertanya atau pula membaca brosur ataupun berita mengenai peminjaman di bank syariah, pasti anda pernah mendengar istilah margin keuntungan. Dari penetapan margin inilah bank akan mendapatkan keuntungan ketika melakukan pembiayaan kepada nasabah.

Pada artikel sebelumnya mengenai perbedaan KPR Konvensional VS KPR Syariah, telah sedikit dibahas mengenai margin. Akan tetapi pada artikel tersebut belum dijelaskan mengenai perbedaan konsep margin tersebut dengan bunga yang digunakan pada bank konvensional.

Perbedaan Bunga dan Margin

Pada dasarnya konsep margin keuntungan pada bank syariah dan bunga yang ditetapkan pada bank konvensional adalah berbeda. Akan tetapi, masih banyak masyarakat yang belum mengerti dan memahami sehingga masih menyamakan antara konsep bunga dan margin keuntungan. Untuk memberikan tambahan pemahaman atas perbedaan antara konsep bunga dengan margin keuntungan, berikut ini bentuk tabel untuk lebih muda di baca dan pahami.

Perbedaan Bunga (Bank Konvensional) dan Margin Keuntungan (Bank Syariah)

No

Bunga

Margin Keuntungan

1 Bunga biasanya terjadi dalam transaksi pinjaman (kredit) dan penghimpunan dana. Margin keuntungan hanya terdapat pada akad jual beli.
2 Besarnya persentase bunga dikaitkan dengan jumlah uang yang dipinjamkan. Persentase margin keuntungan didasarkan pada kesepakatan antara pembeli dan penjual.
3 Bunga harus tetap dibayarkan walaupun proyek merugi Margin keuntungan adalah hal penjual dan merupakan bagian dari harga yang disepakati antara pembeli dan penjual.
4 Eksistensi bunga diragukan  (kalau tidak dikecam) oleh semua agama termasuk islam Tidak ada yang meragukan margin keuntungan atas transaksi jual beli.
5 Bunga akan mengembang seiring dengan lamanya waktu pemakaian uang pinjaman Besarnya akan tetap, disaat jual beli telah disepakati maka besarnya laba tidak akan berubah
6 Memiliki sifat:
  • Aktif
  • Pihak kreditur akan secara sepihak menentukan besarnya di awal transaksi.
  • Prasarat transaksi pinjam meminjam uang atau dana
  • Merupakan sarat mutlak kreditur
Memiliki sifat:
  • Pasif (akibat)
  • Merupakan kesepakatan kedua pihak (penjual dan pembeli)
  • Bukan prasarat transaksi
  • Harapan penjual
7 Apabila dalam sistem bunga perhitungan bunganya menggunakan floating rate (tingkat bunga mengambang), maka besarnya bunga yang dibebankan pada peminjam bias berubah sesuai dengan perkembangan tingkat bunga di pasar. Walaupun ada perkembangan tingkat bunga di pasar, besar margin tidak akan terkena pengaruh.

Itulah beberapa perbedaan antara bunga dan margin, semoga anda bisa lebih memahami perbedaan keduanya. Silahkan baca juga Perbedaan Bunga dan Bagi Hasill. Sumber: www.syariahbukopin.co.id , hmpshamfara.blogspot.com , ekonomiislam9.wordpress.com.

3 Comments

Add a Comment