Baitul Maal Wat Tamwil (BMT)

Baitul Maal Wat Tamwil atau yang lebih dikenal dengan BMT mungkin masih terdengar asing di teling masyarakat Indoensia. Hal ini dikarenakan masih jarangnya BMT hadir menjadi salah satu lembaga keuangan syariah di Indoensia.

  • Pegertian

Baitul Maal Wat Tamwil  terdiri dari dua unsur kata yaitu “Bait” yaitu rumah dan “At Tamwil” yaitu Pengembahangan Harta. Baitul Maal Wat Tamwil atau BMT atau Balai Usaha Mandiri Terpadu adalah lembaga keuagnan mikro yang bersigat informal yang dioperasikan dengan prinsip bagi hasil  untuk menumbuh kembangkan usaha mikro dan kecil agar dapat mengangkat derajat martabat serta membela kepentingan kaum marjinal (fakir miskin).

Untuk pendiriannya BMT berada dibawah tanggung jawab Departemen Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dengan asas kekeluargaan yang dikelola secara bersama-sama dan terbuka. Adapun modal awal pendirian BMT adalah rata-rata dibawah Rp 100.000.000 (seratus juta rupiah).

  • Visi Misi BMT

Dari beberapa informasi, adapaun VISI BMT adalah untku mewujudkan masyarakat disekitar lingkup BMT selamat, damai, sejahtera dengan usaha yang maju berkembang, terpercaya, aman, nyaman, transparan dan berkehati-hatian bersama BMT.

Sedangkan MISI BMT adalah mengembangkan BMT yang maju, berkembang, terpercaya, aman, nyaman, transfaran, dan berkehati-hatian sehingga terwujud kualitas masyarakat di sekitar BMT yang selamat, damai dan sejahtera (VISI BMT).

  • Fungsi BMT

Untuk dapat mewujudkan VISI dan MISI dari BMT, BMT memiliki peranan atau fungsi diantaranya:

  • Mengidentifikasi, memobilisasi, mengorganisir, mendorong dan mengembangkan potensi serta kemampuan potensi ekonomi anggota, kelompok anggota muamalat dan daerah kerjanya.
  • Meningkatkan kualitas SDI (Sumber Daya Insani) anggota menjadi lebih profesional dan islami sehingga semakin utuh dan tangguh dalam menghadapi persaingan global.
  • Menggalang dan memobilisir potensi masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan anggota.
  • Menjadi perantara keuangan (Financial Intermediary) antara aghniya sebagai shohibul maal dengan duafa sebagai mudharib, terutama untuk dana-dana sosial seperti zakat, infaq, sedekah, wakaf dan hibah.
  • Prinsip BMT

Seperti lembaga keuangan syariah lainnya, dalam kegiatan operasional dan sehari-harinya BMT menggunakan prinsip yang terdiri dari 3, yaitu:

  1. Prinsip bagi hasil. Oleh karena itu terdapat beberapa jenis akad yang menjadi landasan disetiap transaksi pinjam meminjam yang digunakan, yaitu: Mudharabah, Musyarakah, Muzara’ah, dan Musaqah.
  2. Prinsip Jual beli dengan Margin (keuntungan). Untuk transaksi jual beli, BMT mengguanakan akad juga yang terdiri dari Murabahah, Ba’I As-Salam, dan Ba’I Al-Istina.
  3. Sistem profit lainnya.
BACA JUGA:  Mengenal Bilyet Giro dan Syarat Sah

Itu tadi sekilas informasi terkait Baitul Maal Wat Tamwil. Semoga dengan adanya informasi ini dapat menambah wawasan terkait lembaga keuangan syariah di Indonesia. Terimakasih telah berkunjung di syariahbank.com.

Add a Comment