Bank Perkreditan Rakyat Syariah (bagian II)

Pada artikel sebelumnya, syariahbank.com memberikan informasi terkait pengertian, syarat pendirian, dan kegiatan yang diperbolehkan dari Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS). Dan pada artikel ini syariahbank.com akan memberikan informasi terkait produk-produk yang dihadirkan BPR Syariah untuk masyarakat.

Produk- Produk BPR Syariah.

Seperti lembaga keuangan lainnya, BPR Syariah juga memiliki produk-produk untuk menghimpun dana dan menyalurkan dana nasabah. Akan tetapi, tidak semua produk penyimpanan yang boleh dihadirkan di BPR Syariah sesuai dengan ketetuan Undang-Undang. Berikut garis besar produk dari BPR Syariah:

  1. Produk Penghimpun Dana/ Memobilisasi Dana Masyarakat

Pada produk penghimpun dana yang dihadirkan oleh BPRS tidak tersedia GIRO dan transaksi valas keluar negeri. Hal ini sesuai dengan Undang-undang No. 17 pasal 14 tahun 1992. Beberapa produk yang dihadirkan antara lain:

  • Simpanan Amanah.

Simpanan ini berupa dana yang dititipkan amanah oleh masyarakat untuk infaq, shadaqoh dan zakat.

  • Tabungan wadi’ah.

Bank menerima tabungan pribadi maupun badan usaha dalam bentuk tabungan bebas. Akad penerimaan yang digunakan sama yakni wadi’ah. Bank akan memberikan kadar profit kepada nasabah yang dihitung harian dan dibayar setiap bulan

  • Deposito wadi’ah/ deposito mudharabah.

Deposito yang dihadirkan BPRS hampir sama dengan Bank Syariah lainnya dimana terdpaat jangka waktu yang dapat dipilih yaitu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, dst.

     2. Produk Penyalur Dana

  • Pembiayaan Mudharabah.

Pembiayaan ini hampir sama dengan produk pembiayaan pada lembaga keuangan syariah lainnya. Dimana adanya perjanjian antara pemilik dana (pengusaha) dengan pengelola dana(bank) yang keuntungannya dibagi menurut rasio sesuai dengan kesepakatan.

  • Pembiayaan Musyarakah.

Jenis pembiayaan dengan adanya perjanjian antara pengusaha dengan bank dimana modal kedua pihak digabungkan untuk sebuah usaha yang dikelola bersama-sama.

  • Pembiayaan Bai Bitsman Ajil.

Pembiayaan yang terdapat proses jual beli antara bank dan nasabah, dimana bank menalangi lebih dulu pembelian suatu barang oleh nasabah, kemudian nasabah akan membayar harga dasar barang dan keuntungan yang disepakati bersama

  • Pembiayaan Murabahah.

Jenis pembiayaan yang paling sering digunakan di lembaga keuangan syariah lainnya. Perjanjian antara bank dan nasabah, dimana bank menyediakan pembiayaan untuk pembelian bahan baku atau modal kerja yang dibutuhkan nasabah, yang akan dibayar kembali oleh nasabah sebesar harga jual bank (harga beli bank plus margin keuntungan saat jatuh tempo).

  • Pembiayaan Qardhul Hasan.

Perjanjian antara bank dan nasabah yang layak menerima pembiayaan kebajikan, dimana nasabah yang menerima hanya membayar pokoknya dan dianjurkan untuk memberikan ZIS.

  • Pembiayaa Istishna’.

Pembiayaan dengan prinsip jual beli, dimana BPRS akan membelikan barang kebutuhan nasabah sesuai kriteria yang telah ditetapkan nasabah dan menjualnya kepada nasabah dengan harga jual sesuai kesepakatan kedua belah pihak dengan jangka waktu serta mekanisme pembayaran/pengembalian disesuaikan dengan kemampuan/keuangan nasabah

  • Pembiayaan Al-Hiwalah.

Penggambil alihan hutang nasabah kepada pihak ketiga yang telah jatuh tempo oleh BPRS, dikarenakan nasabah belum mampu untuk membayar tagihan yang seharusnya digunakan untuk melunasi hutangnya. Pada jenis pembiayaan ini, pihak BPRS akan mendapatkan Ujroh/fee dengan besaran fee sesuai dengan kesepakatan antara kedua belah pihak.

BACA JUGA:  Macam Jenis Akad Tabungan di Bank syariah

Itu tadi sedikit inforasi terkait Produk Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS). Semoga dengan adanya informasi ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan terkain Pebankan Syariah khususnya BPRS. Terimakasih telah berkunjung di syariahbank.com

Add a Comment