Beberapa Akad Pembiayaan di Bank Syariah Mandiri

Untuk memenuhi kebutuhan para nasabah, Bank Syariah Mandiri juga menyiapkan segenap jenis pembiayaan yang dapat digunakan dengan ketentuan dan persyaratan tertentu. Oleh karena itu, ada beberapa jenis akad yang digunakan dalam melakukan pembiayaan tersebut. Berikut beberapa Akad Pembiayaan pada Bank Syariah Mandiri.

Setelah pada artikel sebelumnya bank syariah berbagi informasi terkait profil dan beberapa produk dari Bank Syariah Mandiri. Pada artikel ini, akan dibahas terkait akad-akad yang digunakan oleh Bank Syariah Mandiri dalam produk pembiayaannya.

Berikut beberapa jenis akad yang digunakan Bank Syariah Mandiri dalam pembiayaanya:

  • Ar-Rahnu

Ar-Rahnu adalah menjadikan barang yang mempunyai nilai harta (nilai ekonomis) sebagai jaminan hutang, hingga pemilik barang yang bersangkutan boleh mengambil hutang.  Ar-Rahn berarti juga pledge atau gadai, yaitu kontrak atau akad penjaminan dan mengikat saat hak penguasaan atas barang jaminan berpindah tangan, dimana tidak terjadi pemindahan kepemilikan atas barang jaminan. Atau dengan kata lain, merupakan akad penyerahan barang dari nasabah kepada bank sebagai jaminan sebagian atau seluruhnya atas hutang yang dimiliki nasabah. Dengan demikian, pemindahan kepemilikan atas barang hanya terjadi dalam kondisi tertentu sebagai efek atau akibat dari kontrak. Akad ini digunakan pada pembiayaan Cicilan Emas Bank Syariah Mandiri dan Gadai Emas.

  • Hawalah

Hawalah adalah akad pemindahan nasabah kepada bank untuk membantu nasabah mendapatkan modal tunai agar dapat melanjutkan produksinya dan bank mendapat imbalan atas jasa pemindahan piutang tersebut.

  • Ijarah

Ijarah merupakan perjanjian sewa yang memberikan kepada penyewa untuk memanfaatkan barang yang akan disewa dengan imbalan uang sewa sesuai dengan persetujuan dan setelah masa sewa berakhir maka barang dikembalikan kepada pemilik, namun penyewa dapat juga memiliki barang yang disewa dengan pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina). Akad ini digunakan pada Pembiayaan Kepada Pensiunan.

  • Istishna
BACA JUGA:  Produk Gadai Emas di Bank Syariah Mandiri

Istishna adalah pembiayaan jual beli yang dilakukan antara bank dan nasabah dimana penjual (pihak bank) membuat barang yang dipesan oleh nasabah. Bank untuk memenuhi pesanan nasabah dapat mensubkan pekerjaannya kepada pihak lain.

  • Kafalah

Kafalah adalah akad pemberian garansi/jaminan oleh pihak bank kepada nasabah untuk menjamin pelaksanaan proyek dan pemenuhan kewajiban tertentu oleh pihak yang dijamin.

  • Mudharabah

Mudharabah adalah kerjasama antara dua pihak dimana shahibul maal menyediakan modal sedangkan mudharib menjadi pengelola dana dimana keuntungan dan kerugian dibagi menurut kesepakatan di muka. Pada umumnya digunakan dalam produk penyimpanan dana, namun tidak menutup kemungkinan digunakan dalam pembiayaan di Bank Syariah Mandiri. Ada 2 jenis mudharabah yaitu:

1.Mudharabah al-Mutlaqah

 Adalah kerjasama antara dua pihak dimana shahibul maal menyediakan modal dan memberikan kewenangan penuh kepada mudharib dalam menentukan jenis dan tempat investasi, sedangkan keuntungan dan kerugian dibagi menurut kesepakatan dimuka.

2. Mudharabah Muqqayadah

 Adalah kerjasama antara dua pihak dimana shahibul maal menyediakan modal dan memberikan kewenangan terbatas kepada mudharib dalam menentukan jenis dan tempat investasi, dimana keuntungan dan kerugian dibagi menurut kesepakatan di muka.

  • Murabahah

Murabahah  adalah suatu perjanjian yang disepakati antara Bank Syariah dengan nasabah, dimana Bank menyediakan pembiayaan untuk pembelian bahan baku atau modal kerja lainnya yang dibutuhkan nasabah, yang akan dibayar kembali oleh nasabah sebesar harga jual bank (harga beli bank + margin keuntungan) pada waktu yang ditetapkan. Akad ini dapat dilihat pada Pembiayaan Griya BSM, Pembiayaan pada pensiun, BSM Pembiayaan Kendaraan Bermotor, Pembiayaan Kepemilikan Ruko, Pembiayaan Kepemilikan Alat Berat, dan beberapa pembiayaan lainnya.

  • Musyarakah

Musyarakah Adalah perjanjian pembiayaan antara Bank Syariah dengan nasabah yang membutuhkan pembiayaan, dimana Bank dan nasabah secara bersama membiayai suatu usaha atau proyek yang juga dikelola secara bersama atas prinsip bagi hasil sesuai dengan penyertaan dimana keuntungan dan kerugian dibagi sesuai kesepakatan di muka.

  • Salam
BACA JUGA:  Pembiayaan Ijarah Berdasarkan Fatwa DSN MUI

Salam adalah pembiayaan jual beli dimana pembeli memberikan uang terlebih dahulu terhadap barang yang dibeli yang telah disebutkan spesifikasinya dengan pengantaran kemudian.

  • Wakalah

 Wakalah adalah akad perwakilan antara kedua belah pihak (bank dan nasabah) dimana nasabah memberikan kuasa kepada bank untuk mewakili dirinya melakukan pekerjaan atau jasa tertentu.

Itu tadi sedikit informasi terkait Akad pembiayaan pada Bank Syariah Mandiri. Semoga dapat menambah informasi kepa anda. Terimakasih.

Add a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.