Beberapa Biaya dalam Pengajuan KPR Bank

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) merupakan salah satu cara yang paling sering dimanfaatkan masyarakat untuk memiliki sebuah rumah idaman. Proses yang panjang dan perssyaratan yang cukup banyak bukan menjadi penghalang untuk melanjutkan pembiayaan ini. Selain itu, ada Beberapa Biaya dalam Pengajuan KPR Bank yang harus disiapkan. Setelah sebelumnya berbagi informasi mengenai Tahapan Pengajuan KPR di Bank. Pada artikel ini, syariahbank.com akan berbagi informasi terkait Bebebrapa Biaya dalam Pengajuan KPR Bank.

hitung

Dalam pengajuan KPR di Bank, masih banyak masyarakat yang lupa atau tidak mengetahui bahwa ada beberapa biaya yang harus disiapkan sendiri. Hal ini dikarenakan, para calon nasabah hanya terlena biaya DP saja dan rumah sudah didapatkan. Padahal, masih ada beberapa biaya lainnya yang cukup besar yang harus calon nasabah sendiri tanggung.

Berikut Beberapa Biaya dalam Pengajuan KPR yang harus disiapkan oleh calon nasabah:

  1. Biaya Appraisal

Appraisal merupakan salah satu proses dalam pengajuan KPR dimana pihak Bank akan menilai kembali rumah yang akan dibeli untuk mengukur jumlah pembiayaan yang bisa diberikan. Pada proses ini calon nasabah akan dikenakan biaya untuk pihak bank yang melakukan penilaian tersebut. Akan tetapi, apabila pihak Developer dari perumahan yang akan diambil telah memiliki kerjasama degan pihak Bank, maka proses appraisal ini tidak akan dilakukan dan tidak akan dikenakan biaya.

 

  1. Biaya Notaris

Dalam pengajuan KPR, Biaya Notaris merupakan biaya tertinggi yang harus calon nasabah siapkan. Hal ini dikarenkan ada beberapa proses di dalamnya, seperti melakukan kepenngurusan akte perjanjian KPR, akte Jual Beli, pembuatan sertifikat, bea balik nama, dan lain-lainnya.

Oleh karena itu, untuk menekan biaya notaris ini, calon nasabah dapat melakukan beberapa cara antara lain: mencari notaris yang merupakan rekanan atau saudara, melakukan negosiasi dengan notaris yang ada, atau melakukan negosiasi dengan pihak developer perumahan mengenai biaya notaris. Biaya notaris yang cukup tinggi dapat anda tekan, sehingga tidak menghambat proses kepemilikan rumah yang telah anda impikan.

BACA JUGA:  Bank Syariah di Indonesia

 

  1. Biaya Pajak Penjualan dan Pembelian

Sebagai warga taat pajak, dalam proses pembelian dan penjualan rumah juga akan dikenakan pajak. Akan tetapi, banyak developer yang tidak melakukannya. Sehingga anda sebagai calon pembeli akan dikenakan baiya yang lebih banyak lagi. Oleh karena itu sebagai calon pembeli, nasabah harus lebih kritis dan teliti mengenai biaya-biaya yang ada.

Untuk pajak pembelian yang akan dikenakan kepada pembeli dikenal dengan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Banunan (BPHTB), dimana besarnya 5 persen dari harga transaksi dikurangi NJOPTKP (Nilai jual objek Pajak tidak Kena pajak). Sedangkan pajak untuk penjual sebesar 5 persen dari harga transaksi.

 

  1. Biaya Provisi

Biaya provisi merupakan biaya administrasi dalam kepengurusan KPR. Dimana biaya yang dikenalan hanya 1% dari total peminjaman , dan dana akan diminta hanya sekali hingga proses cicilan KPR selesai dilakukan.

 

  1. Biaya Asuransi Jiwa

Biaya AsuransiJiwa akan dikenkan kepada calon nasabah sebagai antisipasi apabila calon nasabah tidak mampu melakukan pembayaran cicilan KPR dikarenakan meninggal dunia tiba-tiba. Sehingga setelah calon nasabah meninggal dunia, para ahli waris tidak perlu memusingkan untuk melakukan pembayaran karena akan dibayarkan oleh pihak Asuransi. Besar biaya asuransi ini bergantung pada usia calon nasabah KPR. Semakin tua umur calon nasabah maka akan semakin mahal biaya yang akan dikenakan

 

  1. Biaya Asuransi Kebakaran

Selain antisipasi dengan adanya Asuransi Jiwa, pihak Bank juga melakukan antisipasi dengan menetapkan adanya Asuransi Kebakaran. Besar dari biaya Asuransi kebakaran bergantung pada Perusahaan Asuransi yang bekerjasama dengan pihak bank. Namun pada umumnya besarnya kurang lebih 5 persen dari total peminjaman. Baiya yang cukup besar untuk dipersiapkan.

BACA JUGA:  Pembiayaan Musyarakah Berdasarkan Fatwa DSN MUI

margin

Itu tadi beberapa biaya dalam pengajuan KPR bank. Biaya yang wajib diketahui dan cukup besar nominal yang harus dipersiapkan oleh calon nasabah. Hal ini dikarenakan, jangan sampai dikarenakan kekurangan biaya kepengurusan menyebabkan rumah yang diidamkan tidak jadi dimiliki. Rajin-rajin untuk melakukan negosiasi kepada beberapa pihak untuk menekan dan mengurangi biaya-biaya yang dikenakan.

Terimakasih telah membaca dan berkunjung di syariahbank.com. Semoga artikel yang ada dapat membantu anda menambah referensi dan informasi mengenai produk perbankan khususnya perbankan syariah. Mari bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Bank Syariah di Indonesia

Add a Comment