Beberapa Istilah dalam Dunia Perbankan Bagian 1

Pernah melakukan pengiriman uang ke bank lain melalui transaksi teller? Biasanya teller (sebelum ada peraturan BI terbaru) akan menanyakan  terlebih dahulu, “ibu/bapak ingin kirimnannya menggunakan SKN atau RTGS bu/pak?”. Jika anda pernah melakukan pengiriman tersebut berarti anda melakukan pembayaran belanja menggunakan kartu kredit atau kartu debit? Jika sudah berarti anda pernah menggunakan mesin EDC. A sudah mengerti apa itu SKN atau RTGS. Atau pernanda tau apa itu mesin EDC?

Istilah di Bank

Istilah-istilah yang telah disebutkan sebelumnya merupakan beberapa istilah di dunia perbankan. Kita mungkin sering mendengar istilah-istilah tersebut atau lainnya, akan tetapi apakah kita sudah mengerti atau mengetahui apa arti, maksud dan kegunaan istilah tersebut. Oleh karena itu, berikut beberapa istilah dalam dunia perbankan yang sering disebut dan kita gunakan.

Istilah di Dunia Perbankan

1. Transfer

Pernahkan anda melakukan transfer uang dari bank sau ke bank lainnya? Akn tetapi taukah anda apa itu transfer? Transfer adalah salah satu kegiatan jasa bank yang bertujuan untuk memindahkan sejumlah dana tertentu sesuai yang diperintahkan atau diminta oleh nasabah untuk ditunjukan kepada seseorang atau lembaga sebagai pihak penerima transfer. Zaman dahulu pemindahan sejumlah dana dari satu orang ke orang lain dilakukan secara langsung, akan tetapi tindakan ini memiliki resiko tinggi dan memiliki waktu yang lama di perjalanan. Oleh karena itu setelah adanya badan yang di sebut bank atau jasa keuangan lainnya, Transfer dilakukan untuk menghemat waktu dan melindungi atau lebih aman.

2. BI-RTGS

BI-RTGS, merupakan singkatan dari Bank Indonesia- Real Time Gross Settlement. RTGS merupakan salah satu sistem transfer dana melalui teller antar peserta dalam mata uang Rupiah dimana penyelesaian transaksinya dilakukan secara seketika per transaksi secara individual. Sebelum adanya peraturan BI terbaru, proses pengiriman dengan RTGS ini dapat dilakukan dengan berapapun nominalnya, namun setelah adanya perubahan peraturan system RTGS dapat digunakan apabila proses pengiriman dana diatas Rp 100.000.000,- (Seratus juta ruaiah).

3. SKN

SKN, Merupakan singkatan dari Sistem Kliring Nasional. SKN adalah salah satu system transfer dana melalui teller, dimana adanya pertukaran warkat atay data keuangan elektronik antar peserta kliring, baik atas nama peserta atau atas nama nasabah yang perhitungannya diselesaikan dalam waktu tertentu yang penyelesaian akhirnya dilakukan secara nasional. Di Indonesia proses kliring dilakuakan di Bank Indonesia dan dilakukan setia pukul 10.00 WIB. Untuk proses kliring dibutuhkan media sebagai alat tukarnya, adapun media yang digunakan dalam lalu lintas kliring adalah:

  • Warkat Debet (Cek, Bilyet, Giro dan Non Debet)
  • Data keuangan elektronik (DKE), yaitu Data Trasfer dana dalam bentuk format elektronik yang digunakan sebagai dasar perhitungan SKNBI.

4. Cek

Cek, Cek adalah warkat (alat pembayaran atau pertukaran) yang berupa perintah dari nasabah atau pemilik rekening kepada pihak bank yang ditanda tangani oleh nasabah pemilik rekening sebagai penarik atau kepada seseorang/pihak tertentu yang telah ditunjuk untuk menariknya. Ada beberapa syarat cek dinyatakan sah yang telah diatur di dalam KUH Dagang pasal 178, yaitu:

  • Harus ada tulisan “CEK” pada warkat ceknya
  • Harus berisi perintah tidak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu
  • Adanya nama bank yang harus membayar atau ditarik
  • Adanya penyambutan tanggal dan tempat cek dikeluarkan
  • Adanya tanda tangan sipemilik rekening yang telah diverikasi.

Dan ternyata cek tidak hanya ada satu jenis, melainkan ada beberapa jenis yang berbeda dalam cara bertransaksinya, diantaranya yaitu:

  • Cek atas nama, cek yang diterbitkan atas nama seseorang atau badan hukum tertentu yang tertulis atau tercetak di dalam cek tersebut. Contohnya Bapak budi membawacek yang berasal dari PT Indah, di dalam cek itu tertulis perintah “bayarlah kepada Tn Budi sejumlah Rp 100.000.000,-”, akan tetapi jangan lupa untuk kata “atau pembawa” pada belakang cek di coret.
  • Cek atas tunjuk. bedanya dengan cek atas nama, di dalam cek ini tidka tertulis nama seseorang atau badan hukum, hanya tertulis “bayarlah tunai, atua cash, atau tidak tertulis kalimat apapun” jadi dapat diuangkan oleh si pembawa cek.
  • Cek silang. Pernahkah melihat cek yang terdapat dua tanda silang di pojok kiri atas? Jika pernah, maka itu termasuk kedalam cek silang atau cross cheque. Cek ini memiliki arti, bahwa cek berubah fungsi dari pembayaran secara tunai berubah menjadi pemindah bukuan ke dalam rekening. Biasanya cek jenis ini digunakan oleh pengusaha besar agar lebih aman.
  • Cek mundur. Cek yang bertuliskan tanggal beberapa hari setelah cek diberikan. Hal ini bias jadi dikarenakan dana sipemilik rekening belum ada pada saat cek diberikan.
  • Cek kosong. Cek dimana penarikan dana yang tertulis didalam cek tidak tercukupi oleh dana yang ada di dalam giro.

5. Bilyet Giro

Hampir sama denga cek, akan tetapi warkat ini digunakan untuk memindah bukukan sejumlah uang dari rekening pemilik giro ke rekening nasabah yang dituju sesuai dengan yang telah tertulis di dalam bilyet giro. Di dalam bilyet giro terdapat dua jenis tanggal, yaitu tanggal efektif atau jatuh tempo dan tanggal penerbitan dan berlaku selama 70 hari.

Untuk melihat istilah-istilah lainnya silahkan baca Istilah perbankan bagian ke 2.

Itulah 5 istilah yang sering kita temui di dunia perbankan, silahkan kunjungi terus www.syariahbank.com untuk mengetahui beberapa istilah lainnya.

Add a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.