Beberapa Tahapan Dalam Pengajuan KPR

Apabila anda sudah pernah mengajukan pembiayaan KPR pada suatu bank, anda akan merasakan lamanya proses yang berjalan. Di beberapa bank tertentu proses dapat berjalan hingga berbulan-bulan. Pada artikel ini syariahbank.com akan sedikit berbagi informasi Beberapa Tahapan Dalam Pengajuan KPR.

hitung

Dengan adanya pembiayaan KPR yang dihadirkan oleh Bank, sedikit banyak meringankan masyarakat dalam memiliki rumah. Namun terkadang, dikarenakan lamanya proses yang dilalui menjadikan rasa malas dan bosan timbul untuk melanjutkan proeses pembiayaan tersebut. Informasi ini bertujuan agar kita lebih mengetahui apa saja tahapan yang harus dilalui oleh calon nasabah pembiayaan yang menyebabkan lamanya proses tersebut berjalan.

Apa saja tahapan yang akan dilalui dalam Pengajuan KPR, berikut diantaranya:

  • Tahapan  BI Checking oleh pihak Bank.

Pada beberapa bank, proses BI Checking dilakukan setelah proses pemberkasan atau pelengkapan berkas peminjaman. Dan di beberapa bank lainnya, proses BI Checking dilakukan di awal sebelum pelengkapan berkas untuk mempermudah nasabah.

Pada tahapan ini, pada umumnya bank akan meminta fotokopi KTP dan KK dari calon nasabah terlebih dahulu. Selama proses ini berjalan, calon nasabah diharapkan untuk melakukan pelengkapan berkas-berkas yang telah ditetapkan.

  • Pelengkapan Berkas Persyaratan.

Setelah lolos dalam tahapan BI Checking ataupun selama proses BI Checking berlangsung calon nasabah melengkapi berkas-berkas yang telah ditentukan oleh pihak Bank. Semakin cepat calon nasabah menyiapkan berkas yang dibutuhkan, maka akan semakin cepat pula berkas akan diproses.

Pada umumnya berkas yang diperlukan diantaranya:

  • Mengisi dengan lengkap formulir pembiayaan yang didapat dari kantor Bank Muamalat di seluruh Indonesia.
  • Fotocopy Sertifikat bangunan yang akan menjadi anggunakan peminjaman. (jika sudah jadi maka akan di tahan sementara Sertifikat aslinya)
  • Fotokopy KTP dan Kartu Keluarga.
  • Fotocopy NPWP calon nasabah
  • Fotocopy surat menikah (jika nasabah telah menikah).
  • Pas Foto 5×6
  • Slip Gaji asli dn surat keterangan bekerja dari instansi terkait bagi nasabah karyawan atau pegawai (suami dan istri).
  • Rekening koran dari semua tabungan yang aktif minimal 3 bulan terakhir.
  • Fotocopy rekening listrik dan telepon untuk 3 bulan terakhir.
  • PBB tahun terakhir (untuk rumah tangan kedua)
  • Untuk para wirausaha maka wajib melampirkan laporan keuangan atau laporan usaha.
  • Fotocopy dokumen yang akan dibeli. (SHM,IMB, dan denah bagunan)
BACA JUGA:  Saldo Minimum Bank Syariah Di Indonesia

Siapakan berkas tersebut didalam sebuah map atau amplop secara rapid an teratur. Sebelum menyerahkan kepada pihak Bank, periksa kembaii dan pastikan kelengkapan berkas tersebut .

  • Proses appraisal dan peninjauan.

Apabila dianggap layak oleh pihak Bank untuk melakukan peminjaman KPR, maka akan dilanjutkan dengan proses appraisal. Dalam proses ini akan dilakukan peniaian rumah yang akan dibeli oleh pihak Bank. Proses appraisal atau penilaian kembali objek beli tidaklah gratis, namun akan dikenakan biaya sesuai yang telah ditentukan oleh pihak Bank.

Pada beberapa Bank, apabilacalon nasabah akan membeli rumah melalui developer yang telah memiliki kerjasama dengan pihak Bank, maka proses appraisal ini tidak akan dilakukan. Namun, apabila rumah yang akan dibeli merupakan rumah bekas atau take over, maka akan dilakukan penilaian kembali oleh pihak Bank.

  • Proses penyetujuan KPR

Setelah melalui proses appraisal dan dana yang akan dipinjam masih termasuk kedalam rentang maka akan dilanjutkan lagi kedalam proses penyetujuan oleh pihak yang lebih terkait. Akan ada proses penilaian resiko dan juga penilaian lainnya.

Pada tahapan inilah terkadang banyak calon nasabah pembiayaan menjadi gugur, padahal harga rumah telah masuk kedalam rentang biaya yang dapat disanggupi. Ada banyak pertimbangan dan penilaian oleh pihak yang lebih mengerti mengenai pembiayaan KPR yang akan diberikan.

Setalah Bank menyetujui semuanya, maka Bank akan mengeluarkan Surat Persetujuan Kredit (SPK). Dalam surat tersebut telah tertulis notaris yang akan digunakan. Sehingga calon nasabah dapat menanyakan kepada pihak notaris mengenai biaya yang akan dikenakan.

  • Proses akad kredit

Tahapan terakhir dari proses pengajuan kredit adalah Proses Akad Kredit. Penandatanganan Akad Kredit yang disaksikan oleh pihak notaris dan dihadiri oleh pihak Bank, calon nasabah dan istri, setra pihak penjual merupakan pundak dari semua proses yang telah dilalui.

BACA JUGA:  Syarat, Kewajiban dan Hak Anggota Koperasi Syariah 212

Dimana sebelum itu, pihak notaries akan memeriksa semua berkas yang ada telah sesuai (sah) dan tidak melanggar peraturan yang ada. Setalah proses ini selesai, pihak notaris akan mengambil alih untuk melakukan proses lainnya salah satunya melakukan proses balik nama sertifikat tanah, AJB ke pemilik baru.

kpr 1

Itu tadi sedikit informasi terkait beberapa tahapan dalam pengajuan pembiayaan KPR pada Bank. Proses yang cukup rumit dan lama, namun akan memberikan anda kemudahan dalam memilki rumah idaman. Oleh karena itu, sikap sabar dan juga pengecekan secara rutin wajib anda miliki apabila ingin mengajukan pembiayaan KPR di Bank.

Semoga informasi yang ada dapat membantu anda dalam menentukan proses peminjaman KPR. Apabila ada informasi yang ingin anda ketahui lebih lanjut, anda dapat mengunjungi Bank Syariah pilihan anda. Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel syariahbank.com. Mari bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Bank Syariah di Indonesia.

Add a Comment