Cara Membuka Investasi Deposito di Bank Syariah

Seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya, Deposito merupakan salah satu produk investasi dana yang dikeluarkan Bank untuk memfasilitasi nasabah yang ingin berinvestasi. Dengan berbagai macam kelebihan serta jangka waktu yang ditawarkan oleh pihak Bank kepada nasabah, menjadikan deposito sebagai salah satu bentuk investasi yang cukup menguntungkan dan aman untuk digunakan.

Sebelum saya menjelaskan mengenai bagaimana membuka Produk Deposito di Bank Syariah, ada beberapa hal yang harus anda ketahui mengenai deposito, antara lain:

Mekanisme Deposito Bank Syariah

A. Deposito memiliki jangka waktu. Penggunaan jangka waktu ini memiliki pengertian lama waktu anda menginvestasikan dana anda di bank yang anda pilih. Ada beberaa jangka waktu deposito di perbankan di Indonesia, yaitu 1, 3, 6, dan 12 bulan. Dalam ketentuannya, deposito yang dibuka hanya dapat dicairkan pada waktu jatuh tempo. Maksudnya? Apabila anda membuka deposito 1 bulan pada tanggal 12 Maret 2015, maka tanggal jatuh tempo anda dapat mencairkan deposito tersebut adalah 12 Aprtil 2015. Dan apabila anda mencairkan deposito tersebut bukan pada waktu yang telah ditetapkan, maka akan dikenakan denda dengan besar sesuai yang telah ditentukan dan diberitahukan oleh bank di awal pembukaan.

B. Deposito dibagi menjadi beberapa jenis yang terdiri dari:

1. Berdasarkan perpanjangan

  • Deposito ARO (Authomatic Roll Over). Deposito jenis ini memiliki pengertian dapat diperpanjang secara otomatis setelah waktu jatuh tempo datang. Dengan adanya deposito jenis ini maka dapat mempermudah nasabah yang ingin memperpanjang deposito tanpa harus datang ke Bank pembuka.
  • Deposoto Non ARO. Artinya, deposito ini tidak dilakukan perpanjangan secara otomatis oleh sistem. Deposito akan cair pada saat jatuh tempo datang.
BACA JUGA:  Perbedaan Gadai Syariah dan Gadai Konvensional

2. Penempatan bagi hasil deposito

  • Deposito Kapitalisir. Deposito jenis ini menempatkan kembali bagi hasil yang diterima dari hasil investasi ke dalam rekening deposito. Sehingga, besar dana yang akan didepositokan semakin besar. Kekurangan dari sistem ini adalah anda tidak dapat menerima dan menggunakan langsung bagi hasil deposito yang anda punya.
  • Deposito Non Kapitalisir. Deposito jenis ini menempatkan bagi hasil dari deposito yang anda buka pada rekening utama ataupun rekening lain yang telah ditentukan. Sehingga, anda dapat langsung merasakan dan menggunakan dana yang anda dapatkan.

C. Bagi hasil yang anda terima akan lebih besar dibandingkan anda membuka tabungan biasa. Namun tidak menutup kemungkinan untuk beberapa jenis tabungan di beberapa bank tertentu, bagi hasil yang anda terima akan lebih besar dibandingkan deposito yang anda buka.

D. Pada Bank Syariah, akad yang digunakan dalam pembukaan deposito adalah akad Mudharabah.

Cara Membuka Deposito di Bank Syariah

Setelah anda mengetahui beberapa hal mengenai deposito, maka untuk membuka deposito ada beberapa langkah-langkah yang harus anda lalui (hampir mirip dengan membuka tabungan). Apa saja itu? Berikut diantaranya:

  • Anda harus memiliki tabungan utama sebegai tempat untuk penarikan dana serta peletakan bagi hasil yang akan diterima. Tata cara membuka rekening tabungan telah dijelaskan pada artikel sebelumnya.
  • Pastikan dana yang akan didepositokan sudah ada pada rekening tabungan utama.
  • Siapkan KTP dan NPWP sebagai persyaratan pembukaan deposito.
  • Siapkan sejumlah dana untuk pembayaran Materai yang akan digunakan.
  • Tentukan lama dana yang akan anda depositokan sesuai dengan jangka waktu yang disediakan pihak bank. Selain itu, tentukan pula jenis deposito yang akan anda buka, apakah deposito Kapitalisir atau non Kapitalisir dan apakah ARO atau Non ARO.
  • Isi formulir dengan lengkap sesuai dengan kondisi yang ada beserta ketentuan deposito dan akad deposito. Jika ada yang tidak anda pahami maka tanyakan kepada Customer Service.
  • Ikuti dan tunggulan beberapa saat ketika Customer Service sedang membuka account
  • Deposito dinyatakan berhasil dan selesai proses pembukaannya ketika anda telah menerima bilyet sebegai bukti kepemilikan deposito tersebut.
  • Simpan dengan baik bukti tersebut sebagai bukti kepemilikan. Bawa bukti tersebut kembali jika anda akan melakukan pencairan dana deposito.
  • Selamat anda telah membuka dan memiliki deposito.
BACA JUGA:  Kredit Kendaraan Bermotor BCA Syariah

Itulah tadi beberapa informasi tambahan mengenai deposito dan juga langkah-langkah yang dapat anda ambil ketika akan membuka produk deposito. Semoga dengan adanya informasi ini maka anda lebih mengetahui mengenai dunia perbankan terutama perbankan syariah dan produk-produknya. (Sumber: Wikipedia.org, www.brisyariah.co.id, www.bnisyariah.tripod.com)

Add a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.