Cara mengajukan KPR Rumah Bekas

Jika Anda berniat untuk membeli rumah bekas dengan menggunakan pembiayaan Bank Syariah. Maka ada beberapa hal yang harus Anda ketahui. Berikut informasi terkait Cara Mengajukan KPR Rumah Bekas.

Mencari rumah yang tepat untuk seseorang bukanlah hal yang gampang, butuh cukup waktu yang lama untuk menemukannya. Tak jarang rumah yang cocok merupakan rumah bekas atau second. Baik rumah baru atau second, dalam hal pembiayaan tetap dapat diberikan oleh pihak bank.

Pada artikel sebelumnya telah disampaikan mengenai Syarat Rumah Bekas yang dapat diajukan untuk KPR. Dan untuk artikel ini, syariahbank.com akan berbagi informasi terkait bagaimana Cara Mengajukan KPR Rumah Bekas atau Second.

Cara Mengajukan KPR Rumah Bekas

Ada beberapa hal yang harus Anda ketahui dalam melakukan pengajuan KPR Rumah Bekas atau Second. Berikut informasi panduan untuk mengajukan KPR rumah Bekas.

   Memiliki Rumah yang akan dibeli

Memilih rumah untuk dihuni bukanlah hal yang mudah. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Dan setelah Anda mendapatkan rumah yang cocok, maka sebaiknya Anda langsung membuat kesepakatan harga dengan penjual terlebih dahulu sebelum mengajukan KPR.

   Memilih Bank Syariah yang akan diajukan KPR

Dalam langkah ini, pilihlah Bank Syariah yang sesuai menurut penilaian Anda. Baik dari segi margin yang diberikan ataupun dari lamanya proses pengajuan. Sebelum melakukan pengajuan, ada baiknya Anda menyiapkan terlebih dahulu syarat-syarat umum pengajuan KPR, antara lain:

  1. Fotokopi dan Asli KK dan KTP Anda atau suami istri jika telah menikah.
  2. Fotokopi dan Asli NPWP.
  3. Surat Nikahj/Surat Cerai .
  4. Slip gaji 3 bulan terakhir.
  5. Surat Keterangan Kerja.
  6. Rekening Koran tabungan yang Anda gunakan 3 bulan terakhir.
  7. Fotokopi sertifikat rumah yang akan dibeli.
  8. Fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
  9. Fotokopi bukti bayar PBB tahun terakhir.
  10. Dan Surat kesepakatan jual beli antara penjual dan pembeli yang ditAndatangani diatas materai.

Untuk dokumen lainnya yang diperlukan akan diberitahukan oleh pihak Bank Syariah. Dan Anda dapat memberikan selagi proses berjalan.

   Proses Penilaian

Setelah proses pengajuan telah diterima oleh pihak Bank Syariah, selanjutnya pihak Bank akan melakukan penilaian untuk menilai kelayakan peminjam atas pinjaman yang dijukan. Proses ini terdiri dari beberapa tahapan lainnya, diantaranya:

  • Pengecekan BI Checking, proses ini dilakukan untuk mengantisiapasi Bank atas kredit macet.
  • Penilaian harga rumah, dalam proses ini pihak Bank akan melakukan survey atas rumah yang diajukan untuk mengestimasi harga rumah yang dapat dibiayai. Adapun besar biaya untuk proses penilaian bergantung pada kembali kepada Bank yang digunakan.

Setelah semua proses selesai, barulah diketahui jumlah pinjaman yang disetujui oleh pihak bank. Adapun jumlah pinjaman yang dapat diberikan oleh pihak Bank pada umumnya berkisar 80-90% dari harga rumah hasil penilaian Bank. Untuk kekurangannya akan dibebankan kepada pihak peminjam.

   Pengurusan Surat Perjanjian Kredit (SPK)

Ketika surat perjanjian kredit telah keluar, maka Anda harus cek kembali segala aspek mulai dari biaya-biaya yang ditetapkan hingga  besar marjin yang diberikan oleh pihak Bank . Hal ini dikarenakan, jika surat tersebut telah resmi maka Anda tidak dapat menggugat atau melakukan protes.

   PenandaTanganan Akad

Setelah Surat Perjanjian Kredit telah disetujui oleh Anda sebagai peminjam,  maka proses selanjutnya adalah proses akad. Proses akad ini akan dilakukan dengan bantuan dan arahan notaries yang telah ditunjuk oleh pihak Bank.

Biasanya sebelum melakukan proses akad, Anda akan diarahkan untuk melakukan pembukaan rekening di Bank tersebut dan selanjutnya melakukan pelunasan biaya-biaya yang ditetapkan di SPK terlebih dahulu. Pastikan kembali Anda membaca dengan seksama isi dari akad yang diberikan.

Setalah proses akad selesai, Anda tinggal menunggu beberapa saat untuk proses transfer dana kepada pihak penjual. Hal yang juga harus Anda ingat adalah apabila telah selesai. Maka sertifikat, IMB, dan PBB asli dari bangunan harus diserahkan kepada pihak Bank sebagai jaminan.

Itu tadi sedikit informasi terkait Cara Pengajuan KPR Rumah Bekas. Semoga dapat menambah informasi Anda. Terimakasih

Add a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.