Contoh Akad Murabahah

Bagi Anda yang masih bingung dengan penggunaan Akad Murabahah dalam sistem jual beli. Berikut sedikit informasi mengenai Contoh Akad Murabahah.

Pada artikel sebelumnya, syariahbank.com telah berbagi informasi terkait pengertian, rukun, dan ketentuan dari Akad Murabahah. Untuk mengingat kembali, Akad Murabahah adalah suatu bentuk transaksi jual-beli dengan tujuan utama berbagi laba/keuntungan penjualan antara pemodal dan wakilnya.

Contoh Akad Murabahah

Agar lebih jelas, berikut ilustrasi penggunaan Akad Murabahahdalam sistem jual beli.

"A meminta bantuan kepada B untuk membelikan barang X. Kemudian B memberitahukan kepada A modal untuk membeli X adalah Rp 700.000,-. Selanjutnya B menhelaskan kepada A bahwa ia akan mengambil keuntungan Rp 70.000. Apaabila A setuju, maka harga jual yang akan mereka transaksikan adalah Rp 770.000,-. Selanjutnya tinggal membuat kesepakatan mengenai tata cara pembayaran apakah akan dibayar secara tunai atau dengan dicicil."

Contoh lainnya dalam dunia perbankan(Contoh ini saya ambil dari website koperasisyariah212) yaitu:

Transaksi penjualan satu buah unit rumah real estat baru tipe 90/120 di Tambun, Kab. Bekasi seharga Rp 250 Juta (harga developer) secara angsuran (kredit), dari bank syariah (penjual) kepada nasabah (pembeli). Maka, skema akad murabahah yang terjadi adalah, jual-beli rumah di mana pihak bank syariah akan membeli rumah yang diinginkan nasabah sebesar harga dari developer.

Bank syariah kemudian menjual rumah yang telah dibelinya tersebut kepada si nasabah, dengan harga yang telah ditambahkan margin keuntungan, yang jumlahnya telah disepakati antara bank syariah dan si nasabah. Misalnya, margin keuntungan yang disepakati adalah sebesar Rp 50 Juta. Maka, harga jual rumah tersebut menjadi Rp 300 Juta. Pada umumnya nasabah harus membayar uang muka sebesar 30% dari harga rumah tersebut secara tunai kepada bank syariah. Sementara sisanya yang 70% harus dibayar si nasabah secara mencicil.

Harga rumah setelah ditambah margin, berikut jumlah uang muka yang akan dibayarkan, maupun jumlah angsuran yang tetap setiap bulannya, sudah harus ditetapkan sejak di awal ketika nasabah menandatangani perjanjian pembiayaan jual beli rumah dengan pihak bank syariah. Dan nasabah harus komitmen dengan kesepakatan jual beli dengan pihak bank syariah tersebut hingga kewajibannya selesai.

Itu tadi sedikit informasi terkait Contoh Akad Murabahah. Semoga dengan adanya informasi ini Anda sudah lebih banyak memahami atas penggunaan akad Murabahah. Terimakasih.

Add a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.