Contoh Transaksi Gharar Dalam Kehidupan Sehari-hari

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Gaharar adalah  transaksi bisnis yang mengandung ketidakjelasan bagi para pihak, baik dari segi kuantitas, fisik, kualitas, waktu penyerahan, bahkan objek transaksinya pun bisa jadi masih bersifat spekulatif.

Sebenarnya, seiring majunya teknologi terutama yang bertujuan untuk melakukan jual beli, kita harus semakin hati-hati untuk melakukan transaksi Muamalah. Jangan sampai kita melakukan transaksi yang mengandung Gharar didalamnya. Apalagi dengan semakin berkembangnya trend-trend penjualan kotak misterius.

Contoh Transaksi Gharar

Agar Anda lebih mengerti dan jelas, berikut contoh transaksi yang memiliki unsur Gharar didalamnya:

  • Penjual berkata: “Aku jual barang yang ada di dalam kotak ini kepadamu dengan harga Rp100.000,-. Penjual tidak menjelaskan isi kotak dan pembeli pun tidak tahu fisik barang yang berada di dalam kotak.
  • Sama halnya dengan Miteri boks yang sekarang lagi ngtrend di kota-kota besar. Anda perlu memasukkan uang Rp 100.000 sebanyak 1 lembar dan menekan nomor kotak yang akan diambil tanpa mengetahui apa isi kotak tersebut dengan pasti.
  • Atapun Anda sering melihat beberapa outlet pakaian menjual tas yang berisi beberapa pakaian dan aksesoris pada akhir tahun dengan harga yang sama untuk setiap tas, t etapi isi tasnya berbeda-beda. Anda tidak dapat mengetahui terlebih dahulu apasaja isi didalamnya. Hal ini juga termausk Gharar.

Dikarenakan Haram, Anda harus sangat berhati-hati jika terdapat transaksi yang mengandung Gharar. Karena Allah SWT telah melarang hal tersebut, Anda dapat membacanya dalam Quran Surat Al-Maidah ayat 90-91.

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, berjudi, berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah rijsun, termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, lantaran meminum khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan mendirikan shalat, maka berhentilah kamu.”

Add a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.