Istilah-istilah di Dunia Bank Syariah

Seiring perkembangan zaman sistem perekonomian syariah semakin berkembang dan dikenal serta memiliki posisi sendiri di masyarakat dunia, khususnya di Indonesia.  Tidak terbatas hanya di masyarakat muslim saja, tetapi juga masyarakat non muslim. Ini terlihat dengan semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan jasa keuangan syariah baik dalam pembukaan tabungan hingga peminjaman. Hal ini menunjukkan bahwa system syariah yang dijalankan diindustri perbankan dapat diterima dan berlaku secara universal tanpa melihat agama, rasa, suku, dan budaya, serta kelas ekonomi.

Dengan semakin berkembangnya dan banyaknya masyarakat yang menggunakan jasa keuangan perbankan syariah, tentunya  kita akan semakin sering mendengar istilah-istilah seperti mundhrib, shahibul mal, akad dan lain-lain. Apakah anda mengerti dan mengetahui apa arti dari istilah tersebut? Jika kita dengar dengan seksama istilah yang digunakan dalam perbankan syariah kebanyakan menggunakan bahasa arab. Hal ini dikarenakan perbankan syariah menggunakan konsep islam yang lebih banyak menggunakan bahasa arab. Pada tulisan kali ini, admin akan memberitahukan beberapa istilah yang biasa digunakan dalam dunia perbankan syariah. Adapun beberapa istilah tersebut antara lain:

Istilah dalam Perbankan Syariah

  1. Akad

Akad merupakan kesepakatan, perjanjian , atau ikatan antara nasabah dengan pihak bank dimana terdapat sighat (Ijab Qabul), yang sesuai dengan syariah yang berlaku dan berpengaruh pada objek yang akan diikat. Misalnya dalam melakukan pembiayaan atau pembukaan tabungan.

  1. Sighat

Sighat yaitu ijab qabul, ijab merupakan pernyataan melakukan ikatan, sedangkan Kabul merupakan pernyataan penerimaan ikatan.

  1. Nisbah

Nisbah adalah porsi bagi hasil antara pihak bank dan nasabah atas transaksi pendanaan dan pembiayaan dengan akad bagi hasil, yang besarnya sesuai dengan kesepakatan atau ketentuan yang telah ditetapkan diawal perjanjian dibuat.

  1. Dewan Pengawas Syariah

Dewan Pengawas Syariah (DPS) adalah dewan  atau tim yang dibentuk dan bertugas untuk memantau dan mengawasi kepatuhan pihak bank atas penerapan prinsip syariah pada operasiaonal perbankan syariah. Tim ini terdiri dari beberapa alim ulama yang telah ditunjuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan atas persetujuan Bank Indonesia.

  1. Shahibul Mal: Pihak yang memiliki dana,seperti nasabah.
  2. Mudharib: Pihak yang mengelola dana (modal), seperti bank.
  3. Riba: pengambilan tambahan, baik dalam transaksi maupun pinjam-meminjam secara bathil atau bertentangan dengan ajaran islam.

Sumber: bi.go.id; ilmuperbankan.blogspot.com; taura-tlnk.blogspot.acom; Wikipedia; Banking.blog.gunadarma.ac.id

Itu tadi beberapa istilah yang terdapat dalam dunia perbankan syariah. Semoga dapat membantu anda menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Jika nantinya ada tambahan istilah baru dalam dunia perbankan syariah, akan saya share dalam blog ini.

Add a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.