Jual Beli dan Transaksi Gharar (Part I)

Istilah Gharar mungkin masih sedikit asing ditelinga masyarakat Indonesia, akan tetapi apabila mereka sudah pernah melakukan pembukaan tabungan di Bank Syariah pasti akan mendengar istilah Anti Gharar dalam penjelasan. Tahukan anda apa itu Gharar atau jual beli dan Transaksi Gharar?

Pengertian

Gharar atau Al-Gharar menurut bahasa arab memiliki pengertian al-khathr atau pertaruhan. Ada pula yang mengartikan sebagai al mukhatharah atau pertaruhan, selain itu dapat pula diartikan sebagai al-jahalah atau ketidak jelasan. Juga ada yang megartikan Al-Gharar sebagai Mataa’ul Ghuruur (perhiasan yang menipu) karena menjual barang yang tampilan luarnya bagus namun didalamnya jelek.

Definisi Gharar menurut beberapa ulama, diantaranya

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “Jual beli gharar yaitu (jual beli) yang akibatnya belum diketahui secara pasti.”

Ibnul Qayyim rahimahullah menuturkan, “Jual beli gharar yaitu jual beli sesuatu yang tidak mampu untuk diserahkan (kepada si pembeli), baik barang itu ada ataupun memang barang itu tidak ada, seperti menjual budak yang melarikan diri dan menjual hewan yang kabur walaupun ada.”

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Larangan melakukan jual beli yang mengandung unsur penipuan merupakan dasar yang sangat agung dari dasar-dasar kitab jual beli. Masuk dalam kategori ini permasalahan yang sangat banyak yang tidak dapat dibatasi seperti menjual budak yang melarikan diri, menjual sesuatu yang tidak ada, menjual sesuatu yang tidak jelas, menjual sesuatu yang tidak mampu ia serahkan kepada si pembeli atau menjual sesuatu yang belum sepenuhnya dimiliki oleh si penjual, seperti menjual ikan di dalam air yang banyak, menjual susu yang masih dalam kantong kelenjar, menjual hewan yang masih dalam perut induknya, menjual baju dari beberapa baju yang ada atau menjual kambing dari sekumpulan kambing yang ada, dan masih banyak lagi jual beli yang serupa dengan itu. Se-muanya itu merupakan jual beli yang bathil.”

BACA JUGA:  Perbedaan Bunga dan Ujrah di Pembiayaan Bank Konvensional dengan Bank Syariah

Hukum Gharar

Menurut syariah islam, jual beli yang ada unsure Gharar adalah dilarang atau diharamkan.  Hal ini seperti yang terdapat dalam hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang berbunyi:

“ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang jual beli al-hashah ( dengan melempar batu ) dan jual beli gharar.” (HR Muslim)

Hal ini juga terdapat dalam hadis nabi yang diriwayarkan oleh Ahmad no 2616.

Seperti yang kita ketahui, ketika Alloh melarang sesuatu pasti aka nada hikmah atau kebaikan di dalamnya, begitu pula dengan pelarangan Gharar bagi manusia. Pelarangan ini bertujuan untuk menjaga harta orang lain dan menghindari perselisihan dan permusuhan akibat adanya transaksi peniouan dan pertaruhan.

Add a Comment