Ketentuan Pemberian Hadiah dalam Penghimpunan Dana

Sudah tidak asing kita lihat dan dengar untuk menarik perhatian masyarakat agar membuka tabungan pada suatu bank, maka bank tersebut menyiapkan hadiah yang menarik sebagai umpan. Begitu pula di perbankan syariah.

Bank Syariah tidak jarang menghadirkan hadiah yang cukup menggiurkan mulai dari perlengkapan dapur, alat komunikasi, logam mulia, kendaraan bermotor, bahkan hadiah umroh. Lalu, apakah hal tersebut diperbolehkan? Berikut informasi terkait hal ini.

Lembaga Keuangan Syari’ah boleh menawarkan dan atau memberikan hadiah dalam rangka promosi produk penghimpunan dana dengan mengikuti ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam Fatwa MUI. Peraturan ini terdapat dalam Fatwa DSN MUI No. 86/DSN-MUI/XII/2012 Tentang Hadiah Dalam Penghimpunan Dana Lembaga Keuangan Syariah.

Ketentuan Umum Tentang Hadiah

Berikut beberapa ketentuan umum mengenai hadiah yang akan diberikan oleh Bank Syariah kepada calon nasabah:

  • Hadiah promosi yang diberikan Lembaga Keuangan Syari’ah (Bank) kepada Nasabah harus dalam bentuk barang dan/atau jasa, tidak boleh dalam bentuk uang.
  • Hadiah promosi yang diberikan oleh Bank harus berupa benda yang wujud, baik wujud haqiqi maupun wujud hukmi.
  • Hadiah promosi yang diberikan oleh Bank harus berupa benda yang mubah/halal.
  • Hadiah promosi yang diberikan oleh Bank harus milik Bank yang bersangkutan, bukan milik Nasabah.
  • Dalam hal akad penyimpanan dana adalah akad wadi ‘ah, maka hadiah promosi diberikan oleh Bank sebelum terjadinya akad wadi’ah.
  • Bank berhak menetapkan syarat-syarat kepada penerima hadiah selama syarat-syarat tersebut tidak menjurus kepada praktik riba.
  • Dalam hal penerima hadiah ingkar terhadap syarat-syarat yang telah ditentukan oleh Bank, penerima hadiah harus mengembalikan hadiah yang telah diterimanya.
  • Kebijakan pemberian hadiah promosi dan hadiah atas Dana Pihak Ketiga oleh Bank harus diatur dalam peraturan internal Bank setelah memperhatikan pertimbangan Dewan pengawas Syari’ah.
  • Pihak Otoritas harus melakukan pengawasan terhadap kebijakan Lembaga Keuangan Syari’ah terkait pemberian hadiah promosi dan hadiah atas Dana Pihak Ketiga kepada Nasabah, berikut operasionalnya.

Batasan Dalam Pemberian Hadiah

Walaupun diperbolehkan, namun pihak Bank harus memperhatikan batasan yang telah ditetapkan. Adapun batasan tersebut antara lain:

  • Hadiah promosi tidak boleh diberikan oleh Bank dalam hal:
  1. Bersifat memberikan keuntungan secara pribadi pejabat dari perusahaan/institusi yang menyimpan dana.
  2. Berpotensi praktek risywah (suap).
  3. Menjurus kepada riba terselubung.
  • Pemberian hadiah promosi oleh Bank harus terhindar dari qimar (maisir), gharar, riba, dan memakan harta orang lain dengan cara batil.
  • Pemberian hadiah promosi oleh Bank boleh dilakukan secara langsung, dan boleh pula dilakukan melalui pengundian (qur’ah).

Add a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.