Mengenal Akad Murabahah

Bagi Anda yang masih bingung dengan akad jual beli Murabahah, berikut sedikit informasi terkait Mengenal Akad Murabahah.

Pada artikel sebelumnya, syariahbank.com pernah berbagi informasi terkait Jenis akad di bank syariah. Jika Anda telah membacanya , maka Anda akan menjumpai salah satu jenisnya yaitu akad Murabahah. Agar lebih memhami, berikut sedikit penjelasan terkait akad ini.

Pengertian Akad Murabahah

Murabahah adalah suatu bentuk transaksi jual-beli dengan tujuan utama berbagi laba/keuntungan penjualan antara pemodal dan wakilnya. Murabahah sendiri berasal dari kata ar-ribhu dari bahasa Arab yang artinya adalah, kelebihan dan tambahan (keuntungan). Sedangkan sebagai istilah, definisi Murabahah adalah jual beli barang pada harga asal, dengan tambahan keuntungan yang disepakati.

Pelaksanaan akad ini telah ditetapkan oleh MUI melalui Fatwa Dewan Syariah nasional Majelis Ulama Indonesia No: 111/DSN-MUI/IX/2017. Berdasarkan Fatwa MUI, bai’al-murabahah adalah akad jua; beli suatu barang dengan menegaskan harga belinya kepada pembeli dan pembeli membayarnya dengan harga yang lebih sebagai laba.

Rukun Akad Murabahah

Adapun rukun atas akad murabahah yaitu:

  1. Harus ada pihak-pihak yang bertransaksi .
  2. Objek harus ada.
  3. Ijab dan Kabul perjanjian jual belu murabahah.

Ketentuan-ketentuan atas Akad Murabahah

Dalam Fatwa DSN MUI No: 111/DSN-MUI/IX/2017 telah dijelaskan beberapa ketentuan terkait pelaksanaan akad murabahah ini. Berikut beberapa diantaranya:

Ketentuan akan barang/objek

  • Barang yang menjadi objek akad boleh sudah berada dipihak penjual ataupun pesanan dari pihak calon pembeli.

Ketentuan akan Akad

  • Akad jual beli harus dinayatakan secara tegas dan jelas seta dipahami dan dimengerti oleh penjual dan pembeli.
  • Akad dapat dilakukan dalam bentuk lisan, tertulis, isyarat, dan perbuatan/tindakan.
  • Apabila akad dialkukan dalam bentuk tertulis maka harus terdapat informasi mengenai harga perolehan, keuntungan dan harga jual.

Ketentuan terkait para pihak

  • Jual beli boleh dolakukan oleh orang maupun dipersamakan dengan orang, baik berbadan hukum maupun tidak berbadan hukum, berdasarkan peraturan yang berlaku.
  • Penjual dan pembeli harus cakap hukum sesuai dengan syariah dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  • Penjual harus memiliki kewenangan untuk melakukan akad jual beli, baik kewenangan yang bersifat ashliyyah (berkedudukan sebagai pemilik) maupun niyabiyyah (berkedudukan sebagai wakil dari pemiliki atau wali dari pemilik).

Ketentuan akan harga beli

  • Harga pembelian barang harus diketahui oleh penjual dan pembeli.
  • Penjual dalam akad jual beli murabahah tidak boleh melakukan kebohongan kepada pembeli terkait penyampaian harga pembelian barang.

Ketenutan atas harga jual

  • Harga dalam akad jual beli murabahah garus dinyatakan secara pasti pada saat akad, baik ditentukan melalui tawar menawar, lelang maupun tender.
  • Pembayaran harga dalam jual beli murabahah boleh dialkukan secara tunai, tangguh, bertahap/cicil, dan dalam kondisi tertentu sesuai dengan kesepakatan.

Itu tadi sedikit informasi terkait Mengenal Akad Murabahah. Semoga dapat memberikan tambahan informasi terkait salah satu dari akad jual beli. Terimakasih.

Add a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.