Mengenal Akad Tabungan Yang Ada Pada Bank Syariah

Pada artikel sebelumnya, syariahbank telah berbagi informasi terkait jenis-jenis akad pembiayaan. Dan untuk artikel ini syariahbank akan berbagi sedikit informasi terkait jenis akad untuk produk tabungan di Bank Syariah.

Tahukan Anda, salah satu istilah yang digunakan di Bank Syariah yang menjadi pembeda di bank Konvensional adalah penggunaan Akad dalam setiap pembukaan atau transaksi keuangan (pembukaan tabungan dan investasi serta peminjaman).  Jenis akad yang digunakan akan membedakan bentuk transaksi yang dilakukan.

Akad Tabungan di Bank Syariah

Ada beberapa jenis akad yang digunakan pada perbankan syariah.  Akan tetapi saat ini kita akan membahas mengenai dua jenis akad yang pada umumnya digunakan untuk menentukan jenis tabungan yang akan dibuka di bank syariah. Berikut jenis akadnya:

Akad Mudharabah

Akad ini merupakan Akad Kerjasama antar pihak pertama (Malik, Shahibulmal, atau Nasabah) sebagai pemilik dana dengan pihak kedua (‘amil, mudharib, atau Bank Syariah) yang berperan sebagai pengelola dana dengan membagikan keuntungan usaha sesuai dengan kesepakatan yang dituangkan dalam Akad. Ada dua jenis akad mudharabah di perbankan syariah, yaitu

  1. Mudharabah Mutlaqah, yaitu akad yang dilakukan antara pemilik modal (shahibul mal) dengan pengelola (mudharib) dimana nisbah bagi hasil disepakati di awal, sedangkan kerugian ditanggung oleh pemilik modal.
  2. Mudharabah Muqayyadah, yaitu akad yang dilakukan antara pemilik modal untuk usaha yang ditentukan oleh pemilik modal (shahibul mal) dengan pengelola (mudharib), dimana nisbah bagi hasil disepakati di awal untuk dibagi bersama, sedangkan kerugiannya ditanggung oleh pemilik modal. Dalam terminologi perbankan syariah ini lazim disebut Special Investment.

Akad ini pada umumnya digunakan untuk pembukaan rekening tabungan sehari-hari, deposito, giro, dan produk tabungan lainnya.

Akad Wadiah

Akad ini dapat disebut dengan Akad Penitipan. Artinya akad yang digunakan dalam transaksi penitipan dana atau barang dari pihak pertama dengan pihak kedua yang diberikan kepercayaan untuk menyimpan dengan tujuan untuk menjaga keselamatan, keamanan, serta keutuhan barang atau uang. Untuk wadiahnya sendiri,  ada beberapa defenisi yang dikemukan oleh ulama. Dua diantaranya menurut ulama fiqih,

Pertama menurut ulama mahzab hanafi wadiah adalah mengikut sertakan orang lain dalam memelihara harta baik dengan ungkapan kelas maupun syarat. Kedua, menurut ulama mahzab Syaf’i dan Maliki yang mendefinisikan wadiah yaitu mewakilkan orang lain memelihara harta tertentu dengan cara tertentu.

Begitu pula dengan akad wadiah, ada dua jenis dari akad ini, yaitu:

  1. WadiahYad-Dhamanah, yaitu perjanjian dimana si penerima titipan dapat memanfaatkan barang yang dititipkan seizin pemiliknya dan menjamin untuk mengembalikan titipan terasebut secara utuh kapanpun si pemiliknya menginginkannya. Contohnya, salah satu tabungan di beberapa bank syariah.
  2. WadiahYad-Amanah, berbeda dengan wadiah yad-dhamanah, pada akad ini penerima titipan tidak bertanggung jawan atas kehilangan dan kerusakan yang terjadi pada barang titipan, selama hal tersebut bukan akibat dari kelalaian atau kecerobohan penerima titipan dalam memelihara barang yang dititipkan tersebut. Contohnya save deposit box.

Itu tadi dua jenis akad atau perjanjian yang biasa digunakan untuk produk tabungan di dalam perbankan syariah. Semoga dapat membantu kita untuk lebih memahami mengenai dunia Bank Syariah.

Add a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.