Mengenal Bilyet Giro dan Syarat Sah

Seperti yang diketahui cek dan bilyet giro merupakan alat pembayaran untuk jenis tabungan Giro. Setelah pada artikel sebelumnya syariahbank.com telah berbagi informasi terkait cek (baca: Cek dan jenis-jenisnya), maka pada artikel ini syariahbank.com akan berbagi informasi Mengenal Bilyet Giro dan Syarat Sah.

Bilyet Giro atau yang lebih dikenal dengan BG merupakan salah satu alat pembayaran untuk rekening giro dengan mekanisme memindahkan sejumlah dana tertentu ke rekening lain yang telah tertulis dalam bilyet giro.

Agar dapat digunakan dalam transaksi perbankan ada beberapa syarata sah yang harus dimiliki dalam Bilyet Giro. Untuk itu, Bank Indonesia telah menetapkan syarat sah dan formal dari sebuah BG agar dapat digunakan dan seragam untuk semua Bank. Selain itu, standarisasi dilakukan untuk menghindari terjadinya pencuian uang dan penipuan yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Adapun syarat sah dan formal dari Bilyet Giro antara lain:

  • Terdapat nama “Bilyet Giro” dan nomor unik pada Bilyet Giro yang digunakan.
  • Terdapat Nama bank atau pihak tertarik.
  • Adanya tertulis perintah pemindahbukuan dana atau uang dari rekening tertarik
  • Terdapat informasi nama dan rincian nomor rekening pemegang Bilyet Giro.
  • Terdapat informasi Bank Tujuan
  • Terdapat informasi nominal atau jumlah dana yang akan dipindahbukukan.
  • Tertulis Tempat dan tanggal penarikan.
  • Tercantum Stempel dan tandatangan sesuai dengan kesepakatan dan persyaratan pembukaan rekening Giro. (baca: Pembukaan Rekening Giro di Bank )

bg

Setelah syarat formal BG yang harus diketahui, ada beberapa hal lainnya yang harus diperhatikan dan dipahami oleh para pengguna BG. Ketentuan ini telah ditetapkan oleh BI untuk menjaga keamanan dan pemenuhan standar administrasi seluruh Bank. Berikut ketentuannya:

  • Bilyet giro hanya bisa dicairkan setelah tangal pencairan efektif, apabila diserahkan sebelum tanggak pencairan efektif maka akan ditolak oleh pihak bank walaupun dana dalam rekening tertarik telah tersedia.
  • Tanggal efektif pencairan adalah tanggal mulai berlaku pemindahbukuan.
  • Tenggang waktu penawaran Bilyet Giro adalah 70 hari terhitung sejak tanggal efektif, dan kadaluarsa Bilyet Giro dihitung setelah lewat waktu 6 bulan terhitung mulai tanggal berakhirnya tenggang waktu penawaran.
BACA JUGA:  Macam Jenis Akad Tabungan di Bank syariah

waktu tenggat bg

  • BG yang ditawarkan kepada bank tertuju sesudah berakhirnya teggang waktu, tetap dapat dicairkan asalahkan ada dana di dalam rekening tertarik ata BG tidak dibatalkan oleh pemilik rekening.

 

Itu tadi sedikit informasi terkait Bilyet Giro. Terimakasih telah berkunjung di syariahbank.com.Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu anda memahami dunia perbankan terutama perbankan syariah. Mari bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Bank Syariah di Indonesia.

Add a Comment