Pembiayaan Ijarah Berdasarkan Fatwa DSN MUI

Apabila anda masih ragu dan bingung terkait akad pembiayaan yang digunakan Bank-Bank Syariah, terutama akad Ijarah. Beerikut kami informasikan terkait Pembiayaan Ijarah Berdasarkan Fatwa DSN MUI.

Pada artikel sebelumnya syariahbank.com pernah berbagi informasi terkait akad ijarah. Adapun penjelasan tersebut merupakan penjelasan umum., sehingga mungkin masih terdapat kebingungan atas informasi. Oleh karena itu, untuk artikel ini syariahbank.com berbagi informasi mengenai Pembiayaan Ijarah menurut Fatwa DSN MUI.

Terkait Pembiayaan Ijarah, DSN MUI telah mengeluarkan fatwa yang mengaturnya, yaitu Fatwa No 009/DSN-MUI/IV/2000. Fatwa ini keluarpada tanggal8 Muharram 1421 H atau 13 April tahun 2000. Fatwa ini dikeluarkan sebagai rule selain dari pertauran Bank Indonesia dalam menjalankan pembiayaan dengan menggunakan akad ijarah.

Pengertian

Ijarah berasal dari bahasa Arab yaiu Al Ajru yang berarti Al ‘Iwadhu atau imbalan atau lebih dikenal dengan ganti atau upah. Dalam ekonomi syariah yang sudah dikenal Akad Al Ijarah  memiliki pengertian yaitu akad pemindahan hak guna atas barang dan jasa, melalui pembayaran upah sewa, tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan (ownership/milkiyah) atas barang itu sendiri.

Fatwa DSN MUI

Untuk lebih jelas, DSN Mengeluarkan Fatwa Pembiayaan Ijarah  dengan empat (4) ketentuan, berikut isi dari Fatwa No 009/DSN-MUI/IV/2000 terkait Pembiayaan Ijarah (Sumber: https://dsnmui.or.id) :

Pertama: Rukun dan Syarat Ijarah:

  • Sighat Ijarah, yaitu ijab dan qabul berupa pernyataan dari kedua belah pihak yang berakad (berkontrak), baik secara verbal atau dalam bentuk lain.
  • Pihak-pihak yang berakad: terdiri atas pemberi sewa/pemberi jasa dan penyewa/pengguna jasa.
  • Obyek akad ijarah adalah :
  1. Manfaat barang dan sewa; atau
  2. Manfaat jasa dan upah.

Kedua : Ketentuan Obyek Ijarah:

  • Obyek ijarah adalah manfaat dari penggunaan barang dan/atau jasa.
  • Manfaat barang atau jasa harus bisa dinilai dan dapat dilaksanakan dalam kontrak.
  • Manfaat barang atau jasa harus yang bersifat dibolehkan (tidak diharamkan).
  • Kesanggupan memenuhi manfaat harus nyata dan sesuai dengan syari’ah.
  • Manfaat harus dikenali secara spesifik sedemikian rupa untuk menghilangkan jahalah (ketidaktahuan) yang akan mengakibatkan sengketa.
  • Spesifikasi manfaat harus dinyatakan dengan jelas, termasuk jangka waktunya. Bisa juga dikenali dengan spesifikasi atau identifikasi fisik.
  • Sewa atau upah adalah sesuatu yang dijanjikan dan dibayar nasabah kepada LKS sebagai pembayaran manfaat. Sesuatu yang dapat dijadikan harga dalam jual beli dapat pula dijadikan sewa atau upah dalam Ijarah.
  • Pembayaran sewa atau upah boleh berbentuk jasa (manfaat lain) dari jenis yang sama dengan obyek kontrak.
  • Kelenturan (flexibility) dalam menentukan sewa atau upah dapat diwujudkan dalam ukuran waktu, tempat dan jarak.
BACA JUGA:  Perbedaan Gadai Syariah dan Gadai Konvensional

Ketiga : Kewajiban LKS dan Nasabah dalam Pembiayaan Ijarah

Kewajiban LKS sebagai pemberi manfaat barang atau jasa:

  • Menyediakan barang yang disewakan atau jasa yang diberikan.
  • Menanggung biaya pemeliharaan barang.
  • Menjamin bila terdapat cacat pada barang yang disewakan.

Kewajiban nasabah sebagai penerima manfaat barang atau jasa:

  • Membayar sewa atau upah dan bertanggung jawab untuk menjaga keutuhan barang serta menggunakannya sesuai kontrak.
  • Menanggung biaya pemeliharaan barang yang sifatnya ringan (tidak materiil).
  • Jika barang yang disewa rusak, bukan karena pelanggaran dari penggunaan yang dibolehkan, juga bukan karena kelalaian pihak penerima manfaat dalam menjaganya, ia tidak bertanggung jawab atas kerusakan tersebut.

Keempat : Jika salah satu pihak tidak menunaikan kewajibannya atau jika terjadi perselisihan di antara para pihak, maka penyelesaiannya dilakukan melalui Badan Arbitrasi Syari’ah setelah tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah.

Itu tadi isi dari Fatwa DNS MUI terkait Pembiayaan IJarah. Semoga dapat menambah informasi dan wawasan anda terkait salah satu jenis pembiayaan dari Bank Syariah ini. Terimakaish telah berkunjung ke syariahbank.com.

Add a Comment