Pengertian Akad Ijarah

Islam adalah agama yang sempurna. Tidak hanya dalam hal beribadah yang puya aturannya, dalam hal sewa menyewa barang juga diatur didalam islam.

Seperti yang diketahui saat ini banyak sekali bisnis yang menggunakan sistem sewa menyewa. Biasanya benda yang menjadi objek sewa adalah kendaraan ataupun properti. Didalam islam ada akad yang melandasi proses sewa menyewa tersebut, yaitu Akad Ijarah.

Pengertiaan Akad Ijarah

Kata Ijarah berasal dari bahasa Arab yaiu Al Ajru yang berarti Al ‘Iwadhu atau imbalan atau lebih dikenal dengan ganti atau upah.

Dalam ekonomi syariah yang sudah dikenal Akad Al Ijarah  memiliki pengertian yaitu akad pemindahan hak guna atas barang dan jasa, melalui pembayaran upah sewa, tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan (ownership/milkiyah) atas barang itu sendiri.

Menurut fatwa DSN-MUI No.09/DSN-MUI/IV/2000 tentang pembiayaan ijarah, menyebutkan bahwa ijarah adalah akad pemindahan hak guna (manfaat) atas suatu barang atau jasa dalam waktu tertentu melalui pembayaran sewa/upah, tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan barang itu sendiri

Dari pengertian di atas, terlihat bahwa dalam akad ijarah tidak ada perubahan kepemilikan, tetapi hanya perpindahan hak guna saja dari yang menyewakan pada penyewa.

Pengertian Akad Ijarah Menurut Ulama

Berikut beberapa pengertian Ijarah menurut ulama, diantaranya:

  • Ulama Hanafiyah: Ijarah adalah akad atau suatu kemanfaatan dengan pengganti.
  • Ulama Syafi’iyah : Ijarah adalah akad atas suatu kemanfaatan yang mengandung maksud tertentu dan mubah, serta menerima pengganti atau kebolehan dengan pengganti tertentu.
  • Ulama Maliki : Ijarah adalah akad yang memberikan hak milik atas manfaat suatu barang yang mubah untuk masa tertentu dengan imbalan yang bukan dari manfaat.
  • Ulama Hambali : Ijarah adalah suatu akad atas manfaat yang bisa sah dengan lafal ijarah.

Landasan Akad Ijarah

Salah satu dalil yang melandasi akad Ijarah terdapat dalam  QS. Al-Qasas ayat 26 yang artinya, “Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”

Dan landasan didalam hadist salah satunya yaitu Rasulullah SAW bersabda, ”Berikanlah upah/jasa kepada orang yang kamu pekerjakan sebelum kering keringat mereka.” (HR Abu Ya’la, Ibnu Majah, at-Tabrani dan at-Tarmizi).

Add a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.