Pengertian Gharar Dalam Ekonomi Islam

Selain Riba dan Maysir, Gharar juga merupakan hal yang dilarang dalam islam terutama ekonomi islam dan perbankan syariah. Apakah Anda mengetahui apa itu Gharar? Jika Anda lupa, berikut sedikit penjelasan terkait pengertian Gahrar.

Seperti yang diketahui, islam merupakan agama yang mengatur segala tingkah laku manusia yang menganutnya. Baik dalam hal beribadah kepada Allah SWT, berhubungan dengan sesama manusia, sampai dalamhal bermuamalah.

Islam telah mengatur mana yang Halal dan Haram untuk diambil oleh manusia, salah satu hal yang haram adalah transaksi muamalah yang mengandung unsur Gharar,

Keharaman Gharar dapat dengan jelas dilihat dalam Sunnah Rasulullah SAW. Pada sebuah narasi HR Muslim, diriwayatkan bahwa Abu Hurairah (ra), seorang sahabat Nabi, mengatakan bahwa “Rasulullah SAW melarang jual beli hashah (jual beli tanah yang ukurannya ditentukan berdasarkan sejauh lemparan batu) dan juga melarang jual beli gharar.”

Pengertian Gharar

Kata gharar berasal dari bahasa Arab yang berarti: risiko, tipuan, dan menjatuhkan diri atau harta ke jurang kebinasaan. Menurut istilah para ahli fikih, gharar berarti: jual beli yang tidak jelas kesudahannya. Sebagian ulama mendefinisikannya dengan: jual beli yang konsekuensinya antara ada dan tidak.

Pengertian Gharar lainnya yaitu transaksi bisnis yang mengandung ketidakjelasan bagi para pihak, baik dari segi kuantitas, fisik, kualitas, waktu penyerahan, bahkan objek transaksinya pun bisa jadi masih bersifat spekulatif. Ketidakpastian ini melanggar prinsip syariah yang idealnya harus transparan dan memberi keuntungan bagi kedua belah pihak

Itu tadi informasi terkait Pengertian Gharar dalam Ekonomi Islam. Semoga dapat menambah informasi Anda, terimakasih.

Add a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.