Penjelasan Mengenai Nisbah di Bank Syariah

Istilah Nisbah mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat saat ini, terutama setelah semakin berkembanganya dan meluasnya perbankan syariah di dunia khususnya di Indonesia.  Akan tetapi, sudahkah anda mengetahui dan mengerti apa itu nisbah? Nisbah merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab, menurut kamus Besar Bahasa Indonesia nisbah merupakan perbandingan antara aspek-aspek kegiatan yang dapat dinyatakan dengan angka misal perbandingan laba dan penjualan ratio.

Menurut BI nisbah adalah porsi bagi hasil antara pihak bank dan nasabah atas transaksi pendanaan dan pembiayaan dengan akad bagi hasil, yang besarnya sesuai dengan kesepakatan atau ketentuan yang telah ditetapkan diawal perjanjian dibuat. Secara singkatnya, nisbah merupakan ratio atau perbandingan, yang di dalam dunia perbankan syariah merupakan ratio pembagian keuntungan (bagi hasil) antara pemilik dana dengan pengelola dana.

Penjelasan Arti Nisbah di Bank Syariah

Mungkin kita kurang mengetahui bahwa istilah nisbah ada beberapa jenis. Adapaun beberapa jenis atau macam dari nisbah (di ambil dari berbagai sumber) diantaranya yaitu:

  1. Nisbah laba bersih terhadap modal bersih (rate of net profits to net worth). Nisbah jenis ini bertuhuan untuk menilai resiko kredit/ kemampuan bisnis untuk menghasilkan keuntungan dalam suatu periode. Dimana besar nisbah yang diberikan terhadap modal bersih tidak melebihi 50%.
  2. Nisbah At-Tanwil wa al –Wada’ai. Nama lain dari nisbah jenis ini adalah Financing To Deposit Ratio (FDR), yaitu ratio pembiayaan bank syariah dengan dana pihak ketiganya; Ratio penyaluran dan penghimpun dana.
  3. Nisbah Si’ri al-Sahminila al- Ribni. Nisbah ini merupakan ratio pendapatan tehadap harga suatu saham (price earing ratio- PER).
  4. Nisbah Jariyah atau nama lainnya ratio lancar (Quick ratio). Adapun pengertian dari nisbah ini yaitu perbandingan antara aktiva lancar dan kewajiaban jangka pendek.
  5. Nisbah Fi Ihtiyathi Naqdi atau nama lainnya Ratio Cadangan Tunai (Cash Ratio). Ratio ini adalah bagian dari total aktiva bank komersial yang ditahan dalam bentuk aktiva yang memiliki likuiditas tinggi untuk menghadapi penarikan uang oleh nasabah dan kewajiban keuangan lainnya.
  6. Nibah perputaran atau Turnover Ratio. Nisbah ini adalah nisbah yang menunjukkan tingtkat kecepatan konversi piutang menjadi kas atau lamanya perputaran aset menjadi kas.
  7. NIsbah Modal Terhadap Risiko Aset atau Capital To Risk Assets Ratio. Nisbah ini adalah jumlah modal dibagi rata-rata total aset nilai setiap aset tersebut didasarkan pada bobot resikonya.
  8. Nisbah modal sesuaian atau Adjusted Capital Ratio. Nisbah ini memiliki pengertian sebagai ratio modal yang telah disesuaikan terhadap total aset. Ratio ini digunakan dalam perhitungan kecukupan modal, dimana perhitungan modal bank dilakukan dengan memperhitungkan cadangan kerugian macet, cadangan kerugian kredit macet, cadangan kerugian/keuntungan surat berharga dikurangi dengan kredit yang diklasifikasikan macet.
  9. Nisbah Likuiditas atau Liquidity Ratio. Nisbah ini digunakan untuk mengukur kemampuan bank, perusahaan atau pihak peminjam untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang jatuh tempo. Nisbah jenis ini dihitung dengan membagi aktiva lancar dengan utang lancar.
  10. Nisbah laba terhadap modal atau Return On Equity (ROE). Nisbah ini adalah nisbah profitabilitas yang mengukur tingkat kemampuan modal dalam menghasilkan laba bersih.
  11. Nisbah Laba terhadap Aktiva atau Return on Assets (ROA). Nisbah ini merupakan ratio atau nisbah utama untuk mengukur kemampuan dan efesiensi aktiva dalam menghasilkan laba.

Sumber: Bi.go.id; Wikipedia.com; Repunlika. kamus.cektkp.com; republika.co.id

Itu tadi beberapa jenis nisbah yang digunakan, semoga dapat membantu kita untuk menambah informasi dan mempeluas wawasan mengenai perbankan syariah khususnya mengenai nisbah.

Add a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.