Perbedaan Antara Bunga (Bank Konvensional) dan Bagi Hasil (Bank Syariah)

Berbicara mengenai perbankan kita pasti pernah mendengar istilah bunga dan bagi hasil (margin) pada Bank Konvensional dan Bank Syariah, lalu apa perbedaannya? simak ulasannya berikut ini.

Tentunya anda pernah mendengar mengenai istilah RIBA. Hal ini dikarenakan kedua istilah ini sering dikaitkan bersama. Bunga merupakan batas jasa yang diberikan oleh pihak bank (konvensional) untuk nasabah yang memiliki simpanan dan yang harus dibayarkan nasabah kepada bank jika nasabah memilik pinjaman kepada bank.

Sedangkan riba memiliki arti tambahan, peningkatan, ekspansi atau pertumbuhan. Arti lain dari riba yaitu pengambilan tambahan (premium) sebagai syarat yang harus dibayarkan oleh peminjam kepada pemberi pinjaman selain pinjaman pokok. Sitem bunga yang digunakan pada bank konvensional termasuk kedalam riba. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan yang berlipat.

Perbedaan Bunga dan bagi hasil

Picture from fitbeing.co.uk

Selain bunga, kita sering mendengar mengenai suku bunga. Suku bunga adalah persentase pokok utang (besar uang yang dipinjam) yang dibayarkan sebagai balas jasa. Beberapa faktor yang mempengaruhi besar kecilnya suku bunga tersebut antara lain: kebutuhan dana, persaingan, kebijakan pemerintah, target laba yang diharaokan, jangka waktu (peminjaman atau penanaman), kualitas jaminan yang diberikan, jaminan pihak ketiga, reputasi perusahaan, jenis produk, dan hubungan baik antara bank dan nasabah. Istilah bunga yang digunakan dalam jasa keuangan ada banyak, diantaranya yaitu:

  1. Bunga flat, bunga jenis ini sistem pembayaran utang pokok dan bunga kredit besarnya akan sama setiap bulannya. Nilai bunga akan tetap sama setiap bulannya karena sistem ini menghitung dari awal. Maksud, bunga dihitung dari persentasi bunga yang dikalikan pokok pinjaman awal. Bunga jenis ini biasanya digunakan pada peminjaman jangka pendek ataupun kendaraan.
  2. Bunga efektif, dimana besar bunga dihitung berdasarkan nilai pokok yang belum dibayar dan dilakukan di setiap akhir periode angsuran.nilai bunga yang dibayar akan semakin mengecil sehingga angsuran perbulan juga akans emakin menurun dari waktu ke waktu. Perhitungan demikian tidak berarti bahwa bunga efektif akan lebih rendah dibandingkan bunga flat.
  3. Bunga anuitas, pada bunga ini porsi atau komposisi bunga dan pokok akan berubah setiap periodenya, akan tetapi besar angsuran tetap sama setiap periodenya. Dimana, untuk perhitungannya porsi bunga pada awal akan sangat besar sedangkan pokoknya kecil, dan di akhir pembayaran bunga yang mengecil sedangkan pokok besar.
  4. Bunga mengambang, sistem ini besar bunga tergantung atau mengikuti suku bunga pasar. Dimana, jika suku bunganya naik maka besar bunga akan naik pula, dan jika suku bunga pasar turun maka besar bunga juga akan turun.

Bagaimana dengan system bagi hasil? Bagi hasil merupakan suatu alternative dalam pembiayaan dimana sistem ini berdasarkan dari penetapan awal atau sesuai akad yang disepakati atau ditetapkan di awal, dan akan meningkat seiring dengan keuntungan dari perusahaan. Menurut Wikipedia, ada beberapa bentuk skema dari bagi hasil, diantaranya adalah:

  1. Profit sharing, dimana sistem ini dilakukan dengan membegiakan keuntungan yang di dapat dari suatu usaha. Keuntungan yang didapat berasal dari selisih antara pendapatan dari usaha yang telah dikurangi dengan biaya lainnya, jadi bias dibilang laba bersih.
  2. Gross profit sharing, sistem ini dilakukan dengan membagikan keuntungan uang didapat dari laba kotor (pendapatan usaha yang dikurangi biaya produksi).
  3. Revenue sharing, sistem ini menggunakan pendapatan usaha saja yang dijadikan dasar perhitungan pembagian.

Berbeda halnya dengan bunga, ada beberapa konsep bagi hasil yang harus diketahui, yaitu: pertama, pemilik dana menanamkan dana di lembaga keuangan yang berperan sebagai pengelola dan. Kedua, penelola dana akan menginvestasikan dana tersebut dalam proyek atau usaha yang layak dan sesuai dengan semua aspek syariah dan menguntukan. Ketiga, adanya kesepakatan dikedua belah pihak yang berisi ruang lingkup kerjasama, jumlah dana, besar ratio bagi hasil, serta jangka waktu kesepekatan berlaku.

Jika dibuat dalam bentuk table untuk mempermudah memahami perbedaan bunga dan bagi hasil, maka yang dapat kita lihat secara ringkasnya yaitu:

Perbedaan Bunga dan Bagi Hasil

Bagi Hasil Bunga
Besar ratio disepakati pada awal akad dibuat yang berpedoman kemungkinan untung dan rugi Penetapan bungan dibuat pada awal pembukaan rekening dan harus selalu untung (untuk tabungan)
Besar ratio didasarkan pada jumlah keuntungan yang diperoleh Perhitungannya didasarkan pada jumlah pokok dana yang disimpan nasbah di bank tersebut.
Ratio atau nisbah tidak akan berubah selama akad masih berlaku sedari awal akad dibuat Masih adanya pengaruh dari suku bunga bank Indonesia, terutama bunga peminjaman.
Besar laba yang diperoleh bergantung pada keuntungan yang didapat pihak bank, dan akan semakin meningkat ketika keuntungan bank juga meningkat Jumlah pembayaran bunga untuk tabungannya selalu tetap sekalipun pihak bank sedang mendapatkan untung besar

Nah itulah perbedaan antara bunga pada Bank Konvensional dan bagi hasil pada Bank Syariah, semoga informasi ini menambah pengetahuan anda, semoga bermanfaat.

Add a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.