Perbedaan Gadai Syariah dan Gadai Konvensional

Pernahkan anda menggunakan produk gadai syariah? Lalu apa bedanya dengan gadai konvbensional? Beirkut sedikit informasi terkait Perbedaan Gadai Syariah dan Gadai Konvensional.

 

Kegiatan Gadai merupakan salah satu produk yang paling banyak diminati oleh masyarakat terutama di awal tahun ajar sekolah. Hal ini dikarenakan seseorang bias mendapatkan uang dengan cepat tanpa harus menjual barang atau perhiasan yang ada.

Untuk saat ini gadai ada 2 macam, yaitu Gadai Syariah dan Gadai Konvensional. Gadai sendiri memiliki pengertian (menurut KBBI) meminjam uang dalam batas waktu tertentu dengan menyerahkan barang sebagai tanggungan, jika telah sampai pada waktunya tidak ditebus, barang itu menjadi hak yang memberi pinjaman. Gadai Syariah adalah sistem menjamin utang dengan barang yang dimiliki yang mana memungkinkan untuk dapat dibayar dengan uang atau hasil penjualannya

Perbedaan Gadai Syariah dan Gadai Konvensional

Produk gadai yang selama ini dikenal dan sering dilakukan adalah gadai emas. Lalu, apa bedanya gadai syariah dan gadai konvensional? Sebelumnya, syariah bank pernah seidkit menginformasikan terkait perbedaan keduanya di Jenis Produk Bank Syariah.

Namun, untuk lebih jelasnya berikut beberapa perbedaan kedua system gadai berdasarkan data dari penggadaiansyariah.co.id :

Sistem Gadai Konvensional

  • Pegadaian konvensional pada umumnya tidak berbeda dengan yang dilakukan oleh masyarakat selama ini. Kita datang membawa barang yang akan digadaikan yaitu emas.
  • Barang tersebut lalu ditaksir harganya dan diputuskan jumlah yang bisa dipinjam.
  • Pinjaman ini dikenakan bunga misalnya 1,15%/2 minggu atau 2,3% /bulan. Lalu menjadi 3,45%/ 45 hari atau 4,6%/bulan dan seterusnya. Bunga pinjaman ditentukan berdasar jumlah pinjaman dan jika nilai pinjaman semakin besar, bunga yang dibebankan akan semakin besar.
  • Perhitungan biaya pinjaman ini dihitung setiap 15 hari kemudian akan naik di hari ke 16 dan seterusnya.
  • Masa penitipan gadai ini selama 4 bulan, bisa diperpanjang dengan membayar biaya sewa modal.
  • Selanjutnya pinjaman ini diberlakukan tanggal jatuh tempo saat pinjaman tersebut harus dilunasi.
  • Selain itu diberikan persyaratan bila tidak melunasi pinjaman beserta bunganya, barang jaminan akan dilelang kepada siapa pun hingga tanggal tertentu.

Sistem Gadai Syariah

  • Gadai emas berbasis syariah, tidak memberlakukan sistem bunga. Pihak pegadaian syariah tidak mengambil keuntungan dari sistem bunga pinjaman maupun sistem bagi hasil.
  • Pegadaian syariah hanya mengambil keuntungan dari upah jasa pemeliharaan barang jaminan.
  • Pegadaian konvensional menentukan bunga atau sewa modal berdasarkan jumlah pinjaman yang diajukan. Sedangkan pegadaian syariah menentukan besarnya pinjaman dan biaya pemeliharaan berdasarkan taksiran emas yang digadaikan. Taksiran emas yang diperhitungkan antara lain adalah karatase emas, volume serta berat emas yang digadaikan.
  • Biaya yang dikenakan juga merupakan biaya atas penitipan barang, bukan biaya atas pinjaman, karena pinjaman yang mengambil untung itu tidak diperbolehkan. Biaya penitipan barang jaminan meliputi biaya penjagaan, biaya penggantian kehilangan, asuransi, gudang penyimpanan, dan pengelolaan.
  • Oleh karenanya dalam pegadaian syariah ini terdapat akad, pinjam meminjam dengan menyerahkan agunan (rahn) yang di dalamnya membolehkan biaya pemeliharaan atas barang jaminan (Mu’nah). Dalam akad pinjam meminjam dengan menyerahkan agunan (rahn).

Itu tadi sedikit informasi terkait Perbedaan Gadai Syariah dan Gadai Konvensional. Semoga dapat menambah sedikit wawasan anda terkait produk lembaga keuangan yang satu ini. Terimakasih

Add a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.