Perbedaan KPR Bank Konvensional dengan Bank Syariah

Siapa yang tidak membutuhkan rumah? Setiap orang pasti membutuhkan rumah sebagai tempat berlindung dari hujan dan panas sertas tempat untuk beristirahat, tumbuh, dan berkembang. Sedari dulu rumah merupakan salah satu kebutuhan primer manusia yang harus dimiliki. Tapi, keinginan memiliki rumah ini terkadang sering terhalang dengan dana yang belum cukup atau terkumpul untuk membelinya. Hal ini lah yang menjadikan manusia mencari berbagai cara untuk mendapatkan uang agar dapat membeli rumah baik dengan cara bekerja lebih keras ataupun menggunakan fasilitas pembiayaan KPR yang disediakan bank-bank di Indonesia.

KPR Bank SYariah

Saat ini produk KPR yang disediakan oleh bank syariah sudah menjadi salah satu pilihan utama dan dicari oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan sudah banyak masyarakat merasa jika peminjaman yang dilakukan di bank syariah lebih menguntungkan dan menenangkan serta lebih murah dibandingkan bank konvensional umum. Akan tetapi untuk lebih jelas mengenai perbedaan antara fasilitas KPR yang diberikan oleh bank Konvensional dan Syariah, saya akan memberikan sedikit informasi mengenai Perbedaan KPR konvensional dengan KPR Syariah.

Artikel ini bukan melihat mana yang lebih baik atau menjatuhkan salah satu produk atau lembaga. Artikel ini hanya sebagai tambahan informasi anda sebelum melakukan peminjaman KPR di Bank, sehingga anda dapat lebih mudah untuk memilih bank mana yang akan dituju. Agar lebih terlihat perbedaan diantara keduanya saya telah merangkumnya dalam bentuk tabel, sebagai berikut:

No KPR Bank Konvensional KPR Bank Syariah
1 Hanya menggunakan satu jenis akad yaitu akad jual beli Ada beberapa jenis Akad yaitu:a.       Akad jual beli (Murabahah)b.      Akad Musyarakah Mutanaqishnah ( kepemilikan bertahap)

c.       Akad Ijarah (sewa)

d.      Akad Ijarah Muntahua Bittamlik (sewa beli)

2 Menggunakan sistem bunga Menggunakan sistem margin bagi hasil
3 Pada umumnya menggunakan Bunga yang bersifat Fluktuatif atau menyesuaikan kondisi bunga yang berlaku. Terkadang KPR Konvensional juga memberikan cicilan tetap, namun hanya berlaku beberapa tahun saja. Setelah itu bias jadi cicilan menjadi lebih mahal karena bunga acuan menjadi lebih tinggi. Besar angsuran akan tetap dari awal akad ditentukan hingga pelunasan atau masa angsuran selesai.
4 Pada KPR Konvensional nasabah akan dikenakan biaya pinalti apabila akan melakukan pelunasan sebelum waktu yang telah di tentukan atau kontrak berakhir. Dan sisa bunga harus dilunasi semuanya. Nasabah tidak dikenakan penalty apabila ingin melakukan pelunasan sebagian ataupun keseluruhan sebelum masa pelunasan selesai. Sisa margin tidak harus di bayarkan kecuali margin di bulan ketika pelunasan akan dilakuan.
5 Keterlambatan pembayaran akan dikenakan pinalti atau denda Keterlambatan tidak akan dikenakan pinalti atau biaya tambahan
6 Pada umumnya pihak bank tidak memberitahukan jumlah total bunga yang dikenakan kepada nasabah ketika akan melakukan peminjaman. Pada saat awal melakukan kredit, pihak bank bersikap transparan dengan memberitahukan margin yang akan dikenakan kepada nasabah.

Itu tadi sedikit perbedaan antara KPR pada bank konvensional dengan KPR pada bank syariah. Untuk penjelasan mengenai akad yang digunakan pada KPR Syariah dapat anda baca pada artikel jenis-jenis akad di halaman web ini juga. Begitu pula dengan berberapa jenis bunga yang digunakan pada Bank Konvensional.

Sumber: m.bisnis.com; m.news.viva.co.id; blog.ngaturduit.com.

Bagaimana? Apakah anda sudah memutuskan untuk melakukan peminjaman KPR di mana? Semoga dengan adanya artikel ini dapat sedikit membantu anda dalam mendapatkan informasi dan menambah wawasan anda mengenai Ulasan Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional. Dan juga dapat menambah wawasan dan informasi anda mengenai perbankan syariah. Mari bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Bank Syariah di Indonesia.

BACA JUGA:  Bank Mandiri Syariah Adakan Sepekan di Negeri Barata (SPEKTA) 2015

Add a Comment