Profil dan Produk Bank BNI Syariah

Ketangguhan sistem perbankan syariah menghadapi krisis moneter tahun 1997 memberikan ide dan menjadi contoh terbentuknya Unit Usaha Syariah (UUS) BNI pada tanggal 29 April Tahun 200 yang berlandaskan UU No. 10 Tahun 1998. Pada awal berdiri, UUS BNI hanya memiliki 5 kantor cabang yang berlokasi di Yogyakarta, Malang , Pekalongan, Jepara, dan Banjarmasin. UUS BNI berubah menjadi PT Bank BNI Syariah pada tanggal 21 Mei 2010 berdasarkan Keputusan Gubernur bank Indonesia Nomor 12/41/KEP.GBI/2010, akan tetapi bentuk Bank ini masih berupa UUS sementara.  Selanjutnya pada tanggal 19 Juni 2010 BNI Syariah berubah seratus persen menjadi Bank Umum Syariah.

Mungkin keberadaan BNI Syariah akan menimbulkan pertanyaan di diri kita mengenai hubungannya dengan BNI Konvensional. Dilansir dari laman bni syariah didapatkan penjelasan bahwa secara oganisasi, BNI syariah merupakan salah satu unit dari BNI Konvensional, sehingga memiliki direktur yang sama. Akan tetapi KHUSUS pengelolaan dana masyarakat yang masuk ke BNI Syariah dikelola secara terpisah dengan BNI Konvensional. Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa pengelolaan dana masyarakat yang diinvestasikan di BNI Syariah dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip syaraiah.

profil BNI SYariah

Dari 28 Kantor cabang dan 31 kantor Cabang Pembantu pada saat menjadi UUS,  BNI syariah pun berkembang dengan pesat. Hingga Juni 2014 BNI Syariah telah memiliki 65 Kantor Cabang  dan 161 Kantor Cabang Pembantu. Ditunjang  dengan 17 Kantir Kas, 22 Mobil Layanan Gerak dan 20 Payment Point  serta ditunjang dengan dapat digunakannya 1500 ATM BNI konvensional semakin mengukuhkan BNI Syariah sebagai salah satu Bank Syariah Nasional yang maju dan besar. Untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat yang ingin menyalurkan keuangannya melalui perbankan syariah sebagai alternative investasi, maka BNI Syariah menyiapkan beberapa produk untuk menarik minat masyarakat Indonesia, antara lain (sumber: www.bnisyariah.tripod.com):

BACA JUGA:  Cara Aman Menggunakan Kartu ATM

Jenis Produk Bank BNI Syariah

Berikut ini 3 kategori produk layanan yang dikeluarkan oleh BNI Syariah:

1. Produk Dana

  • Giro Wadiah
  • Tabungan Mudharabah (Tabungan Syariah plus)
  • Tabungan Haji Mudharabah
  • Deposito Mudharabah

2. Produk Pembiayaan

  • Pembiayaan Mudharabah
  • Pembiayaan Murabahah
  • Pembiayaan Musyarakah
  • Pembiayaan Ijarah Bai Ut Takjiri

3. Produk jasa

  • Kiriman uang
  • Garansi Bank
  • Inkasi

Selain dari produk tersebut masih terdapat beberapa produk lainnya yang disediakan oleh Bank BNI Syaraih, salah satunya adalah produk Gadai Emas. Gadai Emas ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan dana jangka pendek dan keperluan yang mendesak. Dari semua produk yang disediakan oleh BNI Syariah, Tabungan Syariah Plus menjadi produk utama dan andalan yang disiapkan oleh BNI syariah untuk menghimpun dan mengelola dana yang ingin diinvestasikan oleh masyarakat Indonesia.  Dengan berbagai keunggulan dan kemudahan diantaranya saldo dibawah saldo minimum tetap diberikan bagi hasil, dapat digunakan sebagai jaminan pembiayaan, fasilitas phone banking 24 jam, serta didukung oleh jaringan ATM yang luas, dan lain-lain.

Lalu bagaimana cara membuka tabungan Syaraih plus? Berikut beberapa persyaratanuntuk membuka tabungan ini,

  1. Mengisi formulir permohononan pembukaan rekening.
  2. FotoCopy identitas diri (KTP/SIM/Pastport/Dll).
  3. Setoran pertama/saldo minimum Rp 25.000,-
  4. Setoran lanjutan minimal Rp 5.000,-
  5. Menandatangani perjanjian bagi hasil dengan menggunakan materai Rp 6.000,-
  6. Biaya pencetakan kartu Rp 5.000,-

Itu tadi sedikit informasi mengenai Bank BNI Syaraiah sebagai salah satu Bank Syariah di Indonesia. Semoga dapat membantu dan bermanfaat untuk menambah informasi dan wawasan anda mengenai perbankan syariah di Indonesia. (Sumber informasi dan gambar: www.bnisyariah.co.id)

Add a Comment