Prosedur Mengurus Klaim Bank Oleh Ahli Waris

Sebagai salah satu wadah untuk seseorang menyimpan sekaligus berinvestasi atas dana yang dimiliki secara aman adalah dengan membuka tabungan di salah satu Bank yang telah dipilih. Akan tetapi, umur seseorang tidak dapat dipastikan dapat bertahan lama atau menjadi abadi sehingga dapat menikmati hasil investasi tersebut dan mengurus dana yang dimiliki. Sehingga ketika nasabah telah meninggal dunia, pihak keluarga akan mengurus dana yang dimiliki untuk di tarik atau dikelola dengan cara lain.

Perbedaan Bunga dan Margin

Namun, dikarenakan banyaknya keluarga nasabah yang kurang mengerti apa saja yang harus disetakan atau dilengkapi dalam proses klaimnya, mengakibatkan kepengurusan dana terkesan sulit dan dihambat. Padahal pada kenyaataannya pihak Bank tidak pernah meghalangi keluarga nasabah yang telah meninggal dunia untuk mengurus dana tersebut. Hanya saja, pihak Bank mewajibkan membawa kelengkapan berkas untuk lebih memastikan bahwa Walk in Customer (WIC) ini benar merupakan ahli waris resmi dari dana almarhum di Bank tersebut.

Oleh karena itu, pada artikel ini, syariahbank.com akan berbagi sedikit informasi terkait apa saja yang harus disiapkan para ahli waris untuk melakuakn Prosedur Mengurus Klaim Bank Oleh Ahli Waris. Secara umum ada beberapa persyaratan yang harus disiapkan (untuk beberapa Bank akan ada tambahan dokumen).

Berikut diantaranya berkas  yang harus dipersiapkan:

  • Buku tabungan/ Bilyet Depostito Asli Nasabah yang telah meninggal dunia
  • Fotocopy Surat Kematian dari Disdukcapil yang telah dilegalisir Lurah dan Camat.
  • Surat Keterangan Ahli Waris Asli yang telah disahkan olkeh Lurah dan Camat
  • KTP nasabah yang telah meninggal dunia dan fotocopy KTP yang telah dilegalisir oleh Lurah dan Camat
  • Fotocopy KK (Kartu Keluarga) yan gtelah dilegalisir oleh Lurah dan Camat.
  • Fotocopy KTP seluruh ahli waris yang telah dilegalisir oleh Lurah dan Camat.
  • Fotocopy surat nikah Alm/Almh, dan apabila telah bercerai maka fotocopy surat cerai.
  • Surat pernyataan ahli walis (beberapa Bank memiliki Formnya) yang telah ditandatangani oleh Lurah dan Camat.
  • Surat Kuasa Pencairan dana Asli dari ahli waris kepada salah satu pihak waris yang telah disetujui.
BACA JUGA:  Produk Pembiayaan Tunai Emas BTN Syariah

Setelah semua berkas telah siap dan lengkap, ahli waris dapat langsung datang ke Bank terkait untuk menuju kebagian Customer Service. Setelah dilakukan verivikasi oleh pihak Customer Service, maka akan langsung dilakukan proses penutupan dan pengambilan dana yang berada di Bank. Untuk dana yang berupa Deposito, disarankan untuk dilakukan proses pencairan ketika masa jatuh tempo. Hal ini untuk mengurangi adanya biaya Break dan juga bagi hasil telah diterima atau telah disalurkan terlebih dahulu.

Itu tadi sedikit informasi terkait perncairan dana nasabah yang telah  meninggal dunia di Bank oleh Ahli waris. Semoga dengan adanya arikel ini dapat menambah informasi dan pengetahuan lainnya mengenai proses tersebut.Terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel di situs syariahbank.com. Mari bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Bank Syariah di Indonesia.

Add a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.