Sumber Dana Pada Bank Syariah (Part I)

Pernahkah anda bertanya atau memiliki pertanyaan “Kira-kira sumber dana pada Bank Syariah itu dari mana ya? Terutama Bank syariah swasta atau bukan BUMN”. Mungkin pertanyaan tersebut menjadi pertanyaan utama disebagia besar masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan, kalau bank BUMN bias mendapatkan suntikan dana dari pemerintah, nah kalau Bank Swasta dari mana? Untuk sedikit menambah kamus pengetahuan mengenai perbankan syariah, kali ini saya akan sedikit berbagi informasi mengenai sumber dana pada bank syariah.

sumber dana bank syariah

Semakin maju dan berkembangnya bank syariah di Indonesia menjadikan bisnis ini menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan untuk kedepannya. Akan tetapi sebelum kita berfikir lebih jauh, kita harus mengetahui dari mana saja sumber dana yang harus di dapat agar sebuah bank syariah dapat tetap berjalan dan berkembang menjadi lebih maju. Dari berbagai sumber, saya mendapatkan data bahwa bank syariah mendapatkan sumber dana dari Dana Pihak Ketiga, Dana pihak Kedua, dan Dana Pihak Kesatu. Untuk lebih lengkap, berikut penjelasan pertama:

Pada Dana Pihak Pertama ini bahasa lebih santainya dinamakan dana pribadi. Bukan berarti dana ini berasal dari pribadi pendiri bank syariah swasta tersebut. Akan tetapi merupakan dana yang berasal dari para pemegang saham yang merupakan pemilik bank tersebut. Adapun pemegang saham ini terdiri dari pemegang saham sendiri (yang pertama kali mendirikan bank tersebut) dan pemegang saham dalam usaha bank termasuk pemegang saham public (jika bank tersebut sudah go public). Jenis dana apa saja yang termasuk kedalam dana pihak pertama? Berikut diantaranya:

  1. Setoran modal dari pemegang saham. Artinya modal yang pertama kali dihimpun ataau dikumpulan ketika bank akan didirikan. Pada awal berdiri, modal ini digunakan untuk melengkapi kebutuhan kantor, selain itu juga digunakan untuk mencapai Capital Adequancy Ratio (CAR) atau ketentuan minimum modal yang telah ditentukan oleh Bank Indonesia agar. Tidak jarang agar modal minimum ini dapat dipenuhi bank melakukan go public atau penjualan saham kepada umum.
  2. Cadangan laba. Cadangan laba ini merupakan laba Bank dari tahun-tahun lalu yang sengaja disimpan dan tidak dibagikan kepada para pemegang saham. Pada umunya pihak Bank menyimpan laba ini adalah untuk menghadapai keadaan tidak terduga kedepannya serta untuk menguatkan cadangan Modal.
  3. Laba yang ditahan (Retained Earning). Laba jenis ini merupajan Laba bank yang belum dibagikan pada tahun ini sehingga dapat digunakan atau dimanfaatkan sebagai modal untuk sementara waktu. Akan tetapi dalam penggunaannya tentunya harus mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham (RPUS).
  4. Agio Saham. Agio Saham merupakan nilai selisih jumlah uang yang dibayarkan oleh pemegang saham baru dibandingkan dengan nominal saham.

Itu tadi sedikit penjelasan mengenai Dana Pihak Pertama sebagai Sumber dana pada Bank terutama Bank Syariah. Pusing ya? Agar lebih mudah memahami saya memcah artikel ini menjadi dua. Dan untuk penjelasan mengenai Dana Pihak Kedua dan Ketiga dapat dibaca pada artikel selanjutnya. Semoga dengan adanya tulisan ini, perpustakan informasi mengenai perbankan syariah anda pun akan semakin meningkat. Mari bergabung di Bank Syariah dan rasakan kenyamanan atas layanan dan produk yang diberikan. Sumber: Bi.go.id; Belajarperbankangratis.blogspot.com; daisuke.blogspot.com; gita.staff.umy.ac.id

Add a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.