Sumber Dana Pada Bank Syariah (Part II)

Setelah pada artikel sebelumnya saya sedikit membahas mengenai Dana Pihak Pertama Part I (Dana Pribadi) sebagai sumber dana bank syariah. Maka pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai dana pihak kedua. Saya membahas secara terpisah-pisah agar para pembaca tidak pusing dan semakin bingung. Semoga pada penjelasan kali ini, anda akan lebih memahami dan mengerti serta bertambah lagi informasi mengenai perbankan syariah.

sumber dana bank syariah

Berikut penjelasan mengenai pengertian dan jenis-jenis dari dana pihak kedua:

Dana Pihak Kedua

Dana pihak kedua merupakan dana pinjaman, dana tersebut dapat berasal dari pihak luar yang memberikan pinjaman kepada pihak bank ataupun pihak dalam negeri sendiri. Dana piinjaman baru akan dicari lagi apabila suatu bank sudah kesulitan untuk mencari tambahan modal dari Pihak Pertama atau dana dari masyarakat atau juga untuk memenuhi modal minimum (CAR) yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Ada 4 pihak yang memberikan dana pada Dana Pihak Kedua ini, Siapa saja itu? Berikut diantaranya:

  1. Pinjaman dari Bank Lain atau pinjaman antar Bank (Interbank call Money). Pinjaman seperti ini bersifat sementara atau dengan durasi waktu yang cukup singkat karena hanya digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan mendesak seperti kewajiban kliring atau menutupi Giro Wajib Minimum di Bank Indonesia.
  2. Pinjaman dari Bank Indonesia. Pinjaman seperti ini biasanya disebut sebsagai pinjaman Kredit Likuidasi Bank Indonesia. Pinjaman ini diberikan apabila suatu bank ditunjuk untuk menyalurkan pinjaman disektor usaha yang mendapatkan prioritas untuk lebih dikembangkan seperti Kredit Usaha Tani dan Kredit Usaha Rakyat. Atau juga pinjaman seperti ini diperoleh karena suatu bank mengalami kesulitan likuidasi atau pinjaman karena bank tersebut ditunjuk sebagai penyalur pinjaman bantuan luar negeri.
  3. Pinjaman dari lembaga Keuangan Luar Negeri atau Bank Luar Negeri. Pinjaman ini bersifat menengah sampai panjang, dalam arti peminjaman ini bias memiliki durasi yang lama. Akan tetapi, dalam melakukan peminjaman ini harus mendapakan persetjuan terlebih dahulu dari pihak Bank Indonesia yang bertugas sebagai Pengawas Pinjaman Luar Negeri.
  4. Pinjaman dari pihak Lembaga Keuangan Bukan Bank. Kalau untuk peminjaman ini biasanya hanya menggunakan surat berharga yang diperjual belikan sebelum tanggal jatuh tempo datang. Surat berharga yang digunakan seperti sertifikat bank dan atau deposit on call dengan jangka waktu pendek yang dapat diperpanjang.
  5. Obligasi (bonds) atau saham. Pada peminjaman jenis ini bank dapat memperoleh dana melalui pasar modal dengan cara emisi, baik dalam bentuk obligasi maupun saham.
BACA JUGA:  Bank Syariah di Indonesia

Sumber : Bi.go.id; Belajarperbankangratis.blogspot.com; daisuke.blogspot.com; gita.staff.umy.ac.id

Bagaimana dengan penjelasan kali ini mengenai sumber dana pada bank dari Dana Pihak Kedia? Menjadi lebih pusing atau semakin menambah perpustakaan informasi yang ada. Untuk penjelasan Dana Pihak Ketiga yang merupakan katergori terakhir dari Sumber dana Pada Bank terutama dana pihak ketiga akan dibahas pada artikel selanjuta.

Semoga informasi yang diberikan dapat membantu anda lebih memahami mengenai dunia perbankan terutama perbankan syariah. Mari bergabung menjadi salah satu bagian dari keluarga besar Bank Syariah di Indonesia, rasakan kenyaman dan keamanan atas investasi yang anda lakukan.

Add a Comment