Sumber Dana Pada Bank Syariah (Part III)

Pada artikel ini merupakan artikel terakhir yang akan membahas mengenai Sumber Dana Pada Bank terutama Bank Syariah. Sedikit ingin me-refresh artikel sebelumnya (Part I dan Part II), pada Dana Pihak pertama sumber dana didapatkan dari para pemegang saham, cadangan laba, laba yang ditahan, serta Agio saham. Sedangkan pada Dana Pihak Kedua, dana yang menjadi sumber dana didapat dari peminjaman baik dari Lembaga Keuangan Dalam Negeri ataupun Lembaga Keuangan Luar Negeri dengan tentunya ada persetujuan dari pihak Bank Indonesia terlebih dahulu. Setelah sedikit mengingat kembali, berikut sedikit penjelasan mengenai Dana Pihak Ketiga yang merupakan Sumber dana terakhir pada bank terutama Bank Syariah.

Dana Pihak Ketiga Bank Syariah

Dana pihak ketiga biasanya juga disebut dengan dana masyarakat. Hal ini dikarenakan dana diperoleh dari masyarakat sebagai individu, perusahaan, pemerintah, rumah tangga, sekolah, yayasan, dan lain-lain baik dalam rupiah ataupun mata uang asing. Sumber dana ini merupakan sumber dana terpenting atau bias disebut dengan sumber utama dalam kegiatan operasional suatu bank mejadi salah satu faktor keberhasilan suatu bank jika mereka dapat membiayai segala operasi bank dengan menggunakan dana ini.

sumber dana bank syariah

Untuk dapat memperoleh sumber dana ini, pihak bank menawarkan sejumlah produk penyimpanan yang dibagi menjadi beberapa jenis untuk mempermudah nasabah memilih sesuai dengan tujuan dan kebutuhannya. Akan tetapi jika dikelompokkan ada tiga jenis simpanan yang dihadirkan bank untuk nasabah, berikut diantaranya dan penjelasannya:

1. Simpanan Tabungan (Saving Deposit)

Pengertian tabungan sudah pernah dijelaskan di artikel awal pada halaman situs ini, tapi untuk lebih mempermudah para pembaca, saya akan menjelaskan kembali mengenai pengertian tabungan itu sendiri. Tabungan menurut Undang-undang Perbankan No 10 Tahun 1998 memiiki pengertian sebagai simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat yang telah disepakati sebelumnya, tetapi tidak dapat ditarik dengan menggunakan cek ataupun bilyet giro. Seperti yang sudah pernah dijelaskan pada artikel sebelumnya, ada dua jenis tabungan di bank syariah yaitu tabungan dengan akad Mudharabah dan tabungan dengan akad Wadiah. Untuk penjelasan lebih lanjut anda dapat membaca pada artikel sebelumnya.

BACA JUGA:  Beberapa Peraturan di Bank yang Paling Sering Dilanggar Nasabah

2. Simpanan Giro (Demand Deposit)

Giro memiliki pengertian menurut Undang-undang Perbankan No 10 Tahun 1998 sebagai simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, dan sarana perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindah bukuan.

3. Simpanan Deposito (Time Deposit)

Simpanan deposito ini memiliki pengertian menurut Undang-Undang Perbankan No 10 Tahun 1998 sebagai simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah dengan bak. Pada umumnya simpanan deposito lebih dikenal dengan Deposito berjangka. Pada artikel sebelumnya saya sudah pernah menjelaskan mengenai Deposito baik kelebihan dan kekurangan serta perhitungan bagi hasil yang didapat oleh nasabah yang memiliki deposito di Bank Syariah.

Sumber: Bi.go.id; Belajarperbankangratis.blogspot.com; daisuke.blogspot.com; gita.staff.umy.ac.id

Itu tadi sedikit penjelasan mengenai Dana Pihak Ketiga yang menjadi sumber utama dan terpenting pada bisnis perbankan terutama Bank Syaraih. Setelah artikel ini selesai maka sudah lengkap penjelasan mengenai sumber dana pada Bank Syariah. Semoga informasi yang diberikan dapat membantu anda dan lebih menambah wawasan dan kamus ilmu pengetahuan mengenai dunia pebankan terutama bank syariah dan produk-produknya. Mari bergabung menjadi salah satu bagian dari keluarga besar Bank Syariah di Indonesia.

Add a Comment