Syarat Rumah Bekas yang dapat diajukan Pembiayaan Bank Syariah

Apabila Anda berniat untuk membeli rumah bekas dengan menggunakan pembiayaan dari Bank Syariah. Ada beberapa hal yang harus diketahui. Berikut informasi terkait Syarat Rumah Bekas yang Dapat Diajukan Pembiayaan Bank Syariah.

dokumen kpr danamon syariah

Membeli rumah bukanlah hal yang sederhana, perlu waktu yang cukup lama untuk mendapatkan rumah yang cocok. Tidak hanya itu, tidak jarang rumah yang cocok dengan Anda merupakan rumah Second atau bekas. Di dunia perbankan syariah, baik rumah bekas ataupun rumah baru tetap dapat diberikan pembiayaan.

Syarat Rumah Bekas yang Dapat Diajukan Pembiayaan Bank Syariah

Seperti yang telah diinformasikan sebelumnya, pembelian rumah bekas juga tetap dapat menggunakan bantuan pembiayaan Bank Syariah. Akan tetapi, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui dan siapkan sebelum mengajukan pembiayaan tersebut.

Berikut beberapa syarat rumah bekas yang dapat diajukan pembiayaan di Bank Syariah :

Rumah memiliki Sertifikat Hak Milik

Saat ini SHM atau Sertifikat Hak Milik atas tanah atau bangunan dijadikan salah satu syarat utama pembiayaan KPR rumah Second. Sudah jarang Bank Syariah yang menerima pembiayaan rumah yang tidak ber SHM. Hal ini dikarenakan SHM akan berkaitan dengan AJB atau Akta Jual Beli

Hal yang perlu Anda pastikan adalah, periksa kembali bahwa pemilik yang tertulis di SHM benar adalah pemilik asli. Karena, untuk menghindari terjadinya permasalah dikedepannya. Selain itu, periksa kembali SHM telah dipecah. Biasanya kasus ini didapati dalam pembelian tanah kavling.

Memiliki IMB atau Izin Mendirikan Bangunan

IMB merupakan ketentuan hukum yang harus dimiliki oleh seorang pemilik suatu bangunan. Apabila seorang pemilik bangunan ingin melakukan pembangunan, menambah luas, mengurangi luas, merubuhkan bangunan ataupun melakukan renovasi atas suatu bangunan maka harus memiliki IMB.

Pemilikan IMB memberikan banyak keuntungan, antara lain :

  • Memiliki bangunan dengan tata letak yang aman dan sesuai dengan lahan yang tersedia.
  • IMB dapat dijadikan syarat untuk kegiatan jual beli bangunan.
  • Surat IMB juga merupakan syariat Rumah Second yang akan diberikan KPR.

Apabila sebuah rumah tidak memiliki IMB, maka pemilik akan dikenakan denda sebesar 10% dari nilai bangunan yang dimiliki. Jika rumah yang akan dijual belum memilki IMB maka Anda perlu menyarankan kepada pemilik rumah untuk mengurus IMB terlebih dahulu di Kecamatan.

Adanya PBB atau Pajak Bumi dan Bangunan

PBB atau biasanya disebut dengan SPPT PBB (Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan) merupakan pemberitahuan kepada wajib pajak atas besarnya pajak bumi dan bangunan yang harus dibayar setiap tahunnya.

Bagi Anda yang aru pertama melihat atau berurusan dengan SPPT PBB mungkin Anda akan mendapatkan nama yang tercantum dalam PBB berbeda dengan yang tercantum di Sertifikat Hak Milik. Tidak perlu kaget, karena SPPT PBB tersebut bukan merupakan bukti kepemilikan objek pajak.

Surat Kesepakatan Jual Beli

Selanjutnya, ketika pemilik rumah  sudah memiliki kesepakatan menjual rumah kepada Anda sebagai pembeli, maka disarankan untuk membuat surat kesepakatan jual beli. Surat ini memiliki fungsi sebagai surat jaminan yang legal dimata hukum bahwa telah terjadi transaksi jual beli antar kedua belah pihak. Surat ini akan bernilai legal apabila mengikuti format yang sesuai, dan dibubuhi tAnda tangan kedua belah pihak di atas materai 6000.

Lokasi Rumah Bekas yang Sesuai

Beberapa bank syariah biasanya telah menentukan lokasi rumah yang dapat diberikan pembiayaan. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui dan memperhatikan terlebih dahulu lokasi rumahnya. Secara umum ada beberapa syarat lokasi rumah yang dapat diberikan peminjaman, diantaranya:

  • Lokasi rumah harus dapat dilalui kendaraan roda 4.
  • Akses terhadap transportasi tidak sulit.
  • Jarak antara rumah dengan fasilitas pendidikan yang tidak terlalu jauh.
  • Lokasi rumah harus bebas dari banjir dan longsor.

Keadaan bangunan dan Tata Ruang Rumah

Pembelian rumah bekas atau Second  melalui pihak Bank Syariah membutuhkan banyak perhatian. Anda harus memperhatikan bagaimana fondasi dan atap bangunan. Selain itu, tata letak kabel listrik, ventilasi udara, letak septitank, pipa air, sumber air, umur rumah serta terakhir dilakukan renovasi juga harus Anda perhatikan dengan seksama.

Kondisi tersebut harus Anda perhatikan karena nantinya akan berkaitan dengan harga rumah dari pihak penilai.

Itu tadi informasi terkait Syarat Rumah Bekas yang dapat diajukan Pembiayaan Bank Syariah. Semoga dapat membantu dan menambah informasi Anda. Terimakasih.

Add a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.